Jalur Maut Sibolangit hingga Pantura: Rentetan Kecelakaan Maut Akibat Rem Blong, Microsleep, dan U-Turn Ilegal
Suara Pecari, Serangkaian kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan terakhir. Mulai dari Deli Serdang, Indramayu, Jakarta, hingga Asahan, insiden ini menyoroti berbagai faktor penyebab yang sama: kelalaian pengemudi, infrastruktur yang tidak memadai, dan kondisi kendaraan yang tidak laik jalan.
Kecelakaan pertama terjadi di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026). Rekaman CCTV dari Rumah Makan Garuda mengungkap detik-detik nahas truk tronton bermuatan air mineral yang melaju dari arah Kabupaten Karo menuju Medan. Truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi di jalur menurun dan diduga mengalami rem blong. Sopir berusaha mengerem, namun sistem pengereman tidak berfungsi, sehingga truk menabrak antrean kendaraan yang macet. Akibatnya, sembilan kendaraan terlibat tabrakan beruntun. Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Pol Achmad Fauzi Dalimunthe menyatakan rekaman CCTV menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan.
Kecelakaan maut juga terjadi di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, yang menewaskan 12 orang. Buntut insiden ini, Polres Indramayu bersama Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, dan Pemkab Indramayu menutup secara permanen 141 putaran balik (U-turn) ilegal di sepanjang ruas Pantura sepanjang 68 kilometer. Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan langkah ini untuk meningkatkan keselamatan. Pengemudi truk wing box telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara itu, di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 54.600 A arah Cakung, kecelakaan beruntun melibatkan enam kendaraan pada Sabtu (18/7/2026). Kepala Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Bratamanggala menduga penyebabnya adalah microsleep atau mengantuk saat berkendara. Truk paling belakang tidak dapat mengerem dengan stabil dan menabrak kendaraan di depannya yang sedang mengurangi kecepatan akibat kemacetan.
Di Asahan, Sumatera Utara, kecelakaan maut terjadi di persimpangan Jalan Besar Sei Renggas. Sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Syamsul Damanik (51) bersama Ponirah (41) bertabrakan dengan truk cold diesel yang dikemudikan Syaiful Wahyudi (37). Kedua korban tewas di tempat dengan luka berat di kepala. Kanit Gakkum Satlantas Polres Asahan Ipda Julfren H. Situmorang membenarkan peristiwa tersebut.
Kasus lainnya menimpa ayah artis Arie Untung, Untung Rumekso, yang meninggal setelah mengalami kecelakaan akibat demensia. Ia jatuh ke tempat pembuangan sampah sepulang itikaf, menyebabkan patah kaki yang memicu komplikasi medis.
Rangkaian kecelakaan ini menunjukkan pentingnya kesadaran pengemudi, perawatan kendaraan, dan perbaikan infrastruktur. Pemerintah dan kepolisian terus melakukan evaluasi dan penindakan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










