Dugaan Penyebab Meninggalnya Ahmad Zaki Ali, Founder Yayasan Gerak Bareng Saat Misi Kemanusiaan di NTT
Suara Pecari, Nusa Tenggara Timur – Ahmad Zaki Ali, pendiri Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan membantu korban gempa bumi di Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian ini terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026, saat Ahmad Zaki berusia 42 tahun.
Ahmad Zaki bersama tiga rekannya telah berada di lokasi gempa sejak 15 Agustus 2026 untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Pada hari kejadian, sekitar pukul 14.00 WITA, Ahmad Zaki mengendarai mobil untuk mendistribusikan bantuan dari Posko Relawan Gerak Bareng di Masjid Nurul Huda, Kampung Reo, Kabupaten Manggarai. Namun, dalam perjalanan, ia tiba-tiba tidak sadarkan diri dan segera dibawa ke posko medis, di mana ia dinyatakan meninggal dunia.
Dugaan Penyebab Kematian
Berdasarkan keterangan resmi dari Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, dugaan penyebab kematian Ahmad Zaki adalah kelelahan akibat aktivitas berat selama beberapa hari di lokasi bencana. Kondisi ini diduga menyebabkan Ahmad Zaki kehilangan kesadaran saat mengemudi.
Proses Evakuasi Jenazah
Setelah Ahmad Zaki dinyatakan meninggal, proses evakuasi jenazah dilakukan dengan prioritas tinggi. Tim Basarnas Maumere dan potensi SAR mengevakuasi jenazah menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas dari Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur. Jenazah kemudian dibawa ke Bandara Komodo, Labuan Bajo, dan selanjutnya ke RSUD Pratama Komodo untuk proses pemulasaraan sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka di Jakarta.
Profil Singkat Ahmad Zaki Ali
Ahmad Zaki Ali dikenal sebagai sosok relawan yang berdedikasi tinggi. Ia adalah pendiri Yayasan Gerak Bareng, sebuah organisasi kemanusiaan yang aktif dalam penanganan bencana dan bantuan sosial. Dedikasinya dalam membantu masyarakat terdampak bencana di NTT menjadi bagian penting dari perjuangan bersama untuk meringankan penderitaan korban gempa bumi.
Penghormatan dan Dukacita
Basarnas dan seluruh potensi SAR menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Ahmad Zaki Ali. Kepergiannya meninggalkan kehilangan bagi keluarga, rekan relawan, dan masyarakat yang terbantu oleh kerja kerasnya. Semangat dan pengabdian Ahmad Zaki menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam misi kemanusiaan.
Ahmad Zaki meninggalkan keluarga yang meliputi istri dan anak-anaknya. Lokasi pemakaman serta informasi lebih lanjut mengenai keluarga belum tersedia secara rinci.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan para relawan yang berjuang di medan bencana, agar pengabdian mereka dapat terus berlanjut dengan aman dan efektif.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










