Kematian Bambang Setiyawan dan Peran Hercules dalam Pembubaran Massa Demo di Slipi

Kematian Bambang Setiyawan dan Peran Hercules dalam Pembubaran Massa Demo di Slipi

Suara Pecari, Jakarta – Bentrokan yang terjadi di sekitar kawasan DPR dan Slipi, Jakarta Barat, pada malam 27 Agustus 2026 menimbulkan korban jiwa dan kericuhan yang cukup serius. Salah satu korban adalah Bambang Setiyawan, warga Tanah Abang, yang meninggal dunia diduga akibat pengeroyokan saat kerusuhan berlangsung. Di tengah situasi ini, Ketua DPP GRIB, Jaya Rosario de Marshall alias Hercules, hadir langsung di lokasi untuk membubarkan massa yang dianggap perusuh.

Kericuhan bermula setelah sebagian massa demonstran yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) meninggalkan kawasan DPR pada siang hari. Namun, masih ada demonstran yang bertahan dan melanjutkan orasi. Menjelang malam, aksi damai berubah menjadi anarkis ketika beberapa peserta melemparkan benda ke arah gerbang DPR, memicu polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan massa.

Setelah pembubaran massa di DPR, sebagian demonstran bergerak ke wilayah Slipi, Pejompongan, dan Jalan Tentara Pelajar. Di flyover Slipi, bentrokan terjadi antara massa demonstran dan kelompok lain yang membawa bambu serta mengenakan ikat kepala putih. Dalam video yang beredar, Hercules turun langsung dari mobil dan menyerukan kepada massa untuk pulang, sebagai upaya persuasif membubarkan kerusuhan.

Peran Hercules dan Klarifikasi GRIB

Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, menjelaskan bahwa kehadiran Hercules di lokasi merupakan tindakan untuk memantau situasi dan menjaga kondusivitas. Wilson menegaskan bahwa kericuhan di Slipi merupakan kejadian terpisah dari aksi demonstrasi di DPR yang telah selesai secara tertib. Menurutnya, tindakan anarkis seperti pembakaran pos polisi dan perusakan fasilitas umum di Slipi tidak terkait dengan aksi damai yang berlangsung sebelumnya.

Kematian Bambang Setiyawan

Bambang Setiyawan, 59 tahun, ditemukan dalam kondisi tidak sadar di Jalan Pejompongan Raya setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok tak dikenal. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mintohardjo namun meninggal dunia saat mendapatkan perawatan. Keluarga Bambang meminta kepolisian untuk mengusut tuntas keterlibatan ormas dalam kejadian tersebut guna mendapatkan keadilan.

Konteks dan Dampak

Bentrokan antara massa demonstran dan kelompok yang menggunakan kekerasan memperlihatkan kompleksitas situasi yang tidak hanya berkaitan dengan aksi demonstrasi di DPR. Kericuhan yang terjadi di Slipi menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan korban jiwa, menimbulkan keprihatinan dan kebutuhan akan penanganan serius dari aparat keamanan dan penegak hukum.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus kematian Bambang dan keterlibatan ormas dalam kerusuhan tersebut. Upaya pembubaran massa oleh Hercules dan GRIB Jaya dianggap sebagai langkah preventif untuk mengembalikan ketertiban di lokasi kejadian.

Situasi ini menegaskan pentingnya pembatasan aksi demonstrasi agar tetap damai dan pengawasan ketat terhadap kelompok yang berpotensi memicu kerusuhan. Keadilan atas kematian Bambang menjadi perhatian utama masyarakat dan keluarga korban.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *