PVMBG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami dari Erupsi Gunung Anak Krakatau

PVMBG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami dari Erupsi Gunung Anak Krakatau

Suara Pecari – Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, memastikan tidak ada potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga saat ini. Status aktivitas gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

Status dan Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

PVMBG memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui dua stasiun pengamatan di Pasauran dan Kalianda. Peningkatan status aktivitas dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) dilakukan menyusul erupsi yang terjadi pada tanggal 2 Juli 2026.

Evaluasi Potensi Tsunami

Berdasarkan hasil evaluasi PVMBG, pertumbuhan kembali tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-erupsi dan longsoran pada 22 Desember 2018 masih tergolong kecil. Oleh karena itu, tidak ada indikasi keruntuhan besar yang dapat memicu tsunami.

Imbauan dan Kewaspadaan untuk Masyarakat

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga sekitar juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya, seperti awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.

Pemantauan Berkelanjutan

PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau guna memastikan keselamatan masyarakat sekitar dan memberikan informasi terkini terkait aktivitas gunung tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *