Berawal dari Spanduk Liar, Nail Hunter Kumpulkan 10 Kilogram Paku dari Pohon

Suara Pecari, Jakarta – Nail Hunter, sebuah gerakan kepedulian lingkungan di Jakarta, berhasil mengumpulkan sebanyak 10 kilogram paku yang tertancap di batang pohon akibat pemasangan spanduk liar. Aksi ini dilakukan sebagai upaya sederhana untuk melindungi pohon dari kerusakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan ruang hijau di kota.

Latar Belakang Aksi Nail Hunter

Gerakan Nail Hunter digagas oleh Rachmad Anwar Nuris, dosen Desain Komunikasi Visual di Trisakti School of Multimedia, bersama dengan Yulian Darmawan, seorang pengajar kursus. Mereka memulai aksi ini sejak Mei 2026 setelah merasa resah dengan polusi visual yang diakibatkan oleh spanduk dan banner liar yang dipasang dengan cara memaku langsung ke batang pohon.

Baca juga:

Setelah berusaha mencopot spanduk-spanduk tersebut, mereka menemukan fakta bahwa banyak paku yang tertinggal menancap di pohon. Kondisi ini berpotensi melukai jaringan pohon dan berisiko terhadap kesehatan pohon di ruang publik.

Metode Kerja Nail Hunter

Para anggota Nail Hunter melakukan kegiatan berburu paku dengan menyusuri jalan-jalan yang biasa mereka lewati sehari-hari. Mereka mengamati pohon-pohon yang terdapat di sepanjang rute tersebut dan menandai lokasi pohon yang masih terdapat paku tertancap.

Setelah itu, tim mendatangi titik-titik tersebut untuk mencabut paku-paku yang ada. Tidak hanya mencabut, Nail Hunter juga mengoleskan salep kambium pada bekas luka akibat paku untuk mencegah infeksi jamur maupun bakteri yang dapat merusak pohon lebih lanjut.

Pelaksanaan Aksi di Taman Viaduk Jatinegara Timur

Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Nail Hunter bersama Tim Merah Putih melakukan kegiatan bersih-bersih paku di empat pohon di kawasan Taman Viaduk Jatinegara Timur. Puluhan paku berhasil dicabut dalam aksi tersebut dan terkumpul hingga mencapai 10 kilogram. Aksi ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan bisa muncul dari kebiasaan kecil yang sering diabaikan.

Signifikansi dan Implikasi

Kegiatan Nail Hunter bukan hanya sekadar membersihkan batang pohon dari benda logam, tetapi juga merupakan bentuk edukasi dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan paku untuk memasang spanduk dan banner, diharapkan kerusakan pada pohon-pohon di ruang publik dapat diminimalisir.

Baca juga:

Gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam beriklan dan menjaga keindahan serta kesehatan ruang hijau di kota agar fungsi ekologis pohon tetap terjaga dengan baik.

Penutup

Melalui aksi sederhana namun berdampak tersebut, Nail Hunter membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Perlindungan terhadap pohon di ruang publik menjadi tanggung jawab bersama yang memerlukan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *