Istana Sebut Masuknya Aktivis Buruh Said Iqbal di Kabinet Masih Didiskusikan, Wamenimipas Kosong Belum Diisi

Istana Sebut Masuknya Aktivis Buruh Said Iqbal di Kabinet Masih Didiskusikan, Wamenimipas Kosong Belum Diisi

Suara Pecari | Istana Sebut Masuknya Aktivis Buruh Said Iqbal di Kabinet Masih Didiskusikan LPP RRI. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pembahasan mengenai kemungkinan masuknya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, ke dalam Kabinet Merah Putih masih berlangsung. Pernyataan ini disampaikan Prasetyo di Jakarta, Sabtu (6/6/2026), menjawab spekulasi yang berkembang di publik.

“Sedang didiskusikan,” ujar Prasetyo singkat saat ditemui wartawan. Namun, ia enggan merinci posisi apa yang mungkin diemban oleh tokoh buruh tersebut. Pertanyaan apakah Said Iqbal akan mengisi jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas) yang kosong juga tidak dijawab secara gamblang. Sebelumnya, posisi Wamenimipas ditinggalkan oleh Silmy Karim yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Prasetyo menegaskan bahwa untuk saat ini belum ada rencana pengisian jabatan yang ditinggalkan wakil menteri yang sedang berproses hukum. “Tugas kementerian bersangkutan masih dapat berjalan normal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tugas-tugas wakil menteri yang kosong dapat diambil alih oleh menteri terkait, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Meski demikian, Mensesneg menyatakan pemerintah akan tetap mengevaluasi kebutuhan akan wakil menteri di masa mendatang. “Kalau memang ada kebutuhan, tunggu saja setelah evaluasi,” tegasnya. Istana Sebut Masuknya Aktivis Buruh Said Iqbal di Kabinet Masih Didiskusikan LPP RRI menjadi sorotan karena Said Iqbal dikenal sebagai figur vokal dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Kehadirannya di kabinet dipandang sebagai langkah strategis untuk menjembatani kepentingan pekerja dengan kebijakan pemerintah.

Spekulasi mengenai posisi Said Iqbal mengemuka setelah Silmy Karim tersandung kasus hukum. Namun, Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada pergantian di Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. “Belum ada,” ucapnya singkat. Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan final mengenai Said Iqbal masih menunggu hasil diskusi dan evaluasi lebih lanjut.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Sinulingga, menilai bahwa masuknya Said Iqbal ke kabinet dapat memberikan warna baru dalam pengambilan kebijakan ketenagakerjaan. “Said Iqbal memiliki basis massa yang kuat di kalangan buruh. Jika ia bergabung, diharapkan suara buruh lebih terdengar di tingkat eksekutif,” ujarnya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa posisi wakil menteri harus diisi oleh figur yang kompeten dan tidak bermasalah secara hukum.

Istana Sebut Masuknya Aktivis Buruh Said Iqbal di Kabinet Masih Didiskusikan LPP RRI juga menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang mendukung langkah tersebut, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan kesesuaian latar belakang Said Iqbal dengan tugas sebagai wakil menteri. Pemerintah diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat demi kepentingan nasional.

Kesimpulannya, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai posisi Said Iqbal di kabinet. Pemerintah masih mendiskusikan kemungkinan tersebut sambil mengevaluasi kebutuhan akan wakil menteri. Sementara itu, tugas kementerian berjalan normal tanpa adanya pergantian dalam waktu dekat. Publik menanti keputusan resmi dari Istana terkait hal ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan