Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Dorong Penguatan Struktur untuk Pemilu 2029
Suara Pecari, Bengkulu – Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Provinsi Bengkulu di Hotel Mercure Bengkulu pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai menjelang verifikasi faktual dan persiapan menghadapi Pemilu 2029. Rakorwil tersebut dihadiri oleh pengurus DPW, DPD, dan kader PSI se-Provinsi Bengkulu, serta mendapat perhatian khusus karena merupakan kunjungan pertama Kaesang ke Bengkulu sejak menjabat sebagai ketua umum.
Konsolidasi Struktural Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PSI Bengkulu, Medio Yulistio, menjelaskan bahwa Rakorwil difokuskan pada penguatan struktur internal partai, konsolidasi kader, serta penyusunan strategi agar PSI semakin berkembang di tingkat nasional maupun di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, target utama saat ini adalah memastikan seluruh persyaratan verifikasi faktual terpenuhi melalui penguatan kepengurusan dan kader di seluruh tingkatan. “Kami harus memastikan bahwa setiap kepengurusan, mulai dari tingkat provinsi hingga ranting, berfungsi optimal. Ini adalah fondasi untuk menghadapi Pemilu 2029,” ujar Medio.
Dalam Rakorwil tersebut, DPW PSI juga melantik pengurus definitif DPW dan DPD PSI se-Provinsi Bengkulu. Seluruh kepengurusan di sembilan kabupaten dan satu kota telah menerima Surat Keputusan (SK) definitif dari DPP PSI. Selain itu, pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan hampir rampung. Dari total 129 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), sebanyak 124 DPC telah terbentuk dan diverifikasi DPP PSI. “Masih ada lima kecamatan yang akan kami lengkapi. Bukan karena tidak ada kader, tetapi ada pergantian kepengurusan,” jelas Medio. Ia menambahkan, pembentukan kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan juga terus dipercepat. Saat ini sekitar 40 persen kepengurusan ranting telah terbentuk dan ditargetkan terus bertambah dalam waktu dekat.
Berikut adalah data struktur kepengurusan PSI Bengkulu per Juli 2026:
| Tingkat Kepengurusan | Target | Realisasi | Persentase |
|---|---|---|---|
| DPD (Kabupaten/Kota) | 10 | 10 | 100% |
| DPC (Kecamatan) | 129 | 124 | 96% |
| Ranting (Desa/Kelurahan) | 1.500 | ~600 | 40% |
Target Politik PSI Bengkulu
Menghadapi Pemilu 2029, Medio menegaskan PSI Bengkulu menargetkan peningkatan kekuatan politik melalui penguatan organisasi. Target tersebut mencakup perolehan kursi legislatif dan kemenangan di pilkada. “Target kami bisa meraih unsur pimpinan di DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota, serta memperoleh satu kursi DPR RI dari Bengkulu. Setelah itu kami siap melangkah ke kontestasi kepala daerah,” katanya. Target ini ambisius mengingat PSI belum pernah memiliki wakil di DPR RI dari Bengkulu pada pemilu sebelumnya.
Untuk mencapai target tersebut, PSI Bengkulu telah menyusun beberapa strategi, antara lain:
- Peningkatan kualitas kader melalui pelatihan politik dan kepemimpinan.
- Pendekatan langsung ke masyarakat melalui program sosial dan bakti kesehatan.
- Optimalisasi media sosial untuk menjangkau pemilih muda.
- Penguatan jaringan relawan di tingkat desa dan RT.
Kaesang: Jangan Cepat Puas, Turun ke Masyarakat
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh kader dan pengurus PSI Bengkulu yang dinilai mampu mempercepat pembentukan struktur partai di daerah. Kaesang juga mengapresiasi kepengurusan PSI Bengkulu yang didominasi generasi muda. “Ini modal besar. Anak muda memiliki energi, kreativitas, dan kedekatan dengan teknologi. Tapi jangan cepat puas,” tegas Kaesang.
Kaesang mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Ia meminta konsolidasi terus dilakukan hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting di desa dan kelurahan, bahkan sampai membentuk koordinator di tingkat Rukun Tetangga (RT). “Struktur partai adalah modal utama kita. Saya meminta seluruh kader, pengurus, dan simpatisan untuk terus turun ke tengah-tengah masyarakat. Kita harus menjadi partai yang hadir langsung dan mendengar masyarakat,” kata Kaesang. Ia mencontohkan pentingnya mendatangi acara-acara warga, seperti pengajian, arisan, dan kerja bakti, agar PSI dikenal sebagai partai yang dekat dengan rakyat.
Kaesang juga mengingatkan bahwa Pemilu 2029 akan menjadi ujian bagi PSI untuk membuktikan diri sebagai partai modern yang mampu bersaing. “Jangan hanya mengandalkan popularitas. Kerja keras dan struktur yang solid adalah kunci,” ujarnya.
Dampak dan Implikasi bagi Peta Politik Bengkulu
Konsolidasi PSI Bengkulu ini diprediksi akan berdampak pada peta politik daerah. Dengan struktur yang hampir rampung di tingkat kecamatan, PSI berpotensi menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan, terutama di kalangan pemilih muda. Selain itu, dominasi pengurus muda di PSI juga bisa menjadi daya tarik tersendiri di tengah meningkatnya partisipasi pemilih milenial dan Gen Z.
Namun, tantangan tetap ada. PSI harus bersaing dengan partai-partai mapan seperti PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra yang sudah memiliki basis massa kuat di Bengkulu. Selain itu, verifikasi faktual oleh KPU menjadi momok bagi partai baru seperti PSI. Medio Yulistio optimistis, “Kami yakin struktur yang sudah kami bangun akan lolos verifikasi. Target kami bukan sekadar lolos, tapi juga meraih kursi.”
Konsolidasi serupa juga dilakukan oleh Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) beberapa hari lalu. Ketua DPW Partai Gelora Indonesia provinsi Bengkulu, Dedy Haryono, menyampaikan bahwa Gelora mulai memanaskan mesin organisasi melalui agenda Ideologisasi Dasar dan Capacity Building untuk memperkuat ideologi, kepemimpinan, dan kapasitas organisasi kader di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa partai-partai baru di Bengkulu sedang bersiap untuk bertarung pada Pemilu 2029.
Dengan semangat yang dibawa Kaesang, PSI Bengkulu diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan politik di daerah. Kehadiran Kaesang sendiri menjadi suntikan moral bagi kader. Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa seluruh ranting terbentuk dan kader siap bertarung. Seperti pesan Kaesang, “Jangan hanya berhenti di struktur. Gerakkan, karena politik adalah tentang aksi, bukan sekadar administrasi.”
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









