Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Presiden: Perjalanan Aktivis Buruh yang Kini Mengawal Kebijakan Ketenagakerjaan Nasional

Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Presiden: Perjalanan Aktivis Buruh yang Kini Mengawal Kebijakan Ketenagakerjaan Nasional

Suara Pecari | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin, 8 Juni 2026, di Istana Negara. Langkah ini menandai babak baru bagi dunia perburuhan Indonesia, mengingat sosok Said Iqbal telah lama dikenal sebagai aktivis buruh yang vokal memperjuangkan hak-hak pekerja. Ini Profil Said Iqbal Aktivis Buruh yang Kini jadi Penasihat Presiden LPP RRI yang akan menjadi sorotan utama dalam artikel ini.

Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, Said Iqbal menempuh pendidikan magister ekonomi di Universitas Indonesia. Latar belakang akademis ini menjadi bekal kuat dalam mengawal isu ketenagakerjaan dan kebijakan ekonomi yang menyangkut kesejahteraan buruh. Karier organisasinya dimulai sejak 1992 ketika ia memimpin serikat buruh di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi. Sejak itu, ia terus meniti jenjang kepemimpinan di berbagai organisasi, mulai dari PC SP LEM SPSI, PC FSPMI, hingga Sekretaris DPP FSPMI.

Di tingkat internasional, Said Iqbal juga memiliki jejak panjang. Ia pernah menjadi anggota Central Committee Serikat Buruh Metal Sedunia (IMF), Wakil Presiden Serikat Pekerja ASEAN (ATUC), anggota General Council Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC), serta pengurus Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). Nama Said Iqbal semakin dikenal setelah dipercaya menjadi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sejak 2012, dan kembali terpilih secara aklamasi untuk periode berikutnya. Selain itu, ia juga memimpin Partai Buruh periode 2021-2026.

Perjuangannya di bidang ketenagakerjaan mendapat pengakuan internasional pada 2013, saat ia menerima penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan ini diberikan kepada aktivis buruh yang dinilai berjasa memperjuangkan hak-hak pekerja di negaranya, dan Said Iqbal berhasil menyisihkan ratusan kandidat dari berbagai negara. Di luar aktivitas organisasi, ia juga aktif menulis buku mengenai isu ketenagakerjaan, seperti “Sepultura”, “Pemerintah Gagal Menyejahterakan Buruh”, dan “Gagasan Besar Serikat Buruh”.

Pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Buruh dinilai sebagai babak baru dalam kariernya. Pengalaman panjangnya di dunia perburuhan diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan nasional. Ini Profil Said Iqbal Aktivis Buruh yang Kini jadi Penasihat Presiden LPP RRI menunjukkan bagaimana seorang aktivis buruh bisa duduk di kursi strategis pemerintahan, memberikan perspektif langsung dari lapangan.

Banyak pihak menyambut positif penunjukan ini. Para pengamat ketenagakerjaan menilai bahwa kehadiran Said Iqbal di lingkaran dalam presiden dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah dan serikat pekerja. Dengan latar belakangnya sebagai tokoh buruh yang kritis, Said Iqbal diharapkan mampu menyuarakan aspirasi pekerja secara konstruktif dalam setiap pengambilan keputusan. Ini Profil Said Iqbal Aktivis Buruh yang Kini jadi Penasihat Presiden LPP RRI menjadi contoh nyata bahwa perjuangan buruh bisa diakui hingga level tertinggi pemerintahan.

Ke depan, tantangan yang dihadapi Said Iqbal tidaklah ringan. Ia harus mampu menyeimbangkan kepentingan buruh dengan kebijakan ekonomi nasional yang berorientasi pada pertumbuhan. Namun, dengan rekam jejak dan pengalamannya, banyak yang optimis bahwa Said Iqbal dapat memberikan kontribusi signifikan. Ini Profil Said Iqbal Aktivis Buruh yang Kini jadi Penasihat Presiden LPP RRI mengingatkan kita bahwa suara buruh kini memiliki tempat di Istana Negara.

Kesimpulannya, penunjukan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Dengan pengalaman puluhan tahun sebagai aktivis buruh, Said Iqbal diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam kebijakan ketenagakerjaan Indonesia. Semoga kehadirannya dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja demi terciptanya kesejahteraan bersama.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.