Presiden Prabowo: Bangsa Indonesia Telah Menyimpang dari Blueprint Para Pendiri Bangsa

Presiden Prabowo: Bangsa Indonesia Telah Menyimpang dari Blueprint Para Pendiri Bangsa

Suara Pecari | Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya terhadap arah perjalanan bangsa Indonesia yang dinilai telah menyimpang dari cetak biru atau blueprint para pendiri bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa Presiden Kita Telah Menyimpang dari 039 Blueprint 039 Para Pendiri Bangsa LPP RRI, merujuk pada semangat Sumpah Pemuda, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi fondasi berdirinya negara. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa perlahan mulai pudar dan ditinggalkan.

“Masalahnya adalah, menurut keyakinan saya, bahwa kita telah meninggalkan sendi-sendi yang paling penting, yaitu sendi rancang bangun bangsa. Kalau kita menyimpang dari blueprint dari cetak biru kita menyimpang, gedung itu runtuh,” ujar Presiden Prabowo dengan tegas.

Presiden menyoroti bahwa banyak gagasan para pendiri bangsa yang seharusnya menjadi pengingat rasa nasionalisme kini mulai kehilangan makna. Padahal, pemikiran-pemikiran tersebut merupakan bentuk kecemerlangan intelektual para leluhur bangsa. Salah satu contoh penyimpangan yang disebutkan adalah terhadap amanat Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur tentang perekonomian nasional.

“Pendiri-pendiri bangsa kita telah mewarisi kepada kita, hal-hal yang luar biasa, yang saya katakan kecemerlangan. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama, berdasar atas asas kekeluargaan. Ini lip service. Yang dibesarkan adalah konglomerasi,” tegas Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa praktik ekonomi saat ini jauh dari semangat gotong royong dan keadilan sosial yang diamanatkan oleh konstitusi. Presiden mengingatkan kembali pentingnya kembali ke jalur yang benar sesuai blueprint para pendiri bangsa agar Indonesia tidak mengalami keruntuhan moral dan struktural.

Pidato ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha muda yang hadir dalam munas tersebut. Banyak yang menilai bahwa pernyataan Presiden merupakan panggilan untuk melakukan introspeksi dan reformasi di berbagai sektor, terutama ekonomi dan politik.

Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memahami kembali nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, Pancasila, dan UUD 1945. Menurutnya, ketiga pilar tersebut adalah kunci untuk menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.

“Kita harus berani mengakui bahwa Presiden Kita Telah Menyimpang dari 039 Blueprint 039 Para Pendiri Bangsa LPP RRI, dan itu adalah langkah awal untuk kembali ke rel yang benar. Jangan sampai kita terus berjalan di jalur yang salah hingga akhirnya bangsa ini runtuh,” ujar Presiden dengan penuh semangat.

Pesan Presiden ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali merenungkan arah perjalanan bangsa. Dengan menyadari bahwa Presiden Kita Telah Menyimpang dari 039 Blueprint 039 Para Pendiri Bangsa LPP RRI, diharapkan akan muncul kesadaran kolektif untuk memperbaiki diri dan kembali pada nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.

Pemerintahan Prabowo Subianto sendiri telah berkomitmen untuk menjalankan program-program yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan keadilan sosial. Namun, tantangan besar masih menghadang, terutama dalam mengubah sistem ekonomi yang cenderung kapitalistik menjadi lebih berpihak pada usaha bersama dan asas kekeluargaan.

Sebagai kesimpulan, pernyataan Presiden Prabowo tentang penyimpangan dari blueprint para pendiri bangsa menjadi pengingat penting bagi semua pihak. Sudah saatnya Indonesia kembali ke jalur yang telah dirancang oleh para pendiri bangsa, agar cita-cita kemerdekaan dapat terwujud secara utuh. Semua elemen bangsa, mulai dari pemerintah, pengusaha, hingga masyarakat sipil, harus bahu-membahu mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat sesuai dengan amanat konstitusi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.