DPW PKB NTT Bakal Tindak Tegas Kader yang Terlibat Intimidasi Dokter Icha
PKB NTT Angkat Bicara Soal Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha
Suara Pecari | Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya angkat suara terkait dugaan intimidasi yang dialami oleh dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau akrab disapa dr. Icha. Kasus ini menyeret salah satu anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dari PKB, Nobertus Bani. Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, dengan tegas menyatakan bahwa partainya tidak akan melindungi kader yang terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun etik.
Sikap Tegas Partai: Tidak Ada Perlindungan bagi Kader Bermasalah
Aloysius menyampaikan pernyataan resmi di Kupang, Senin (29/6), menyusul meninggalnya dr. Icha secara tragis. “Saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhumah dr. Icha. Kami masih mendalami dan mengikuti seluruh proses yang sedang berjalan. Yang jelas PKB tidak akan melindungi kader yang tidak benar dan merusak citra partai dengan perilaku yang bertentangan dengan norma maupun aturan,” tegas Aloysius.
Pernyataan ini menjadi angin segah bagi publik yang menantikan adanya pertanggungjawaban dari para pihak terkait. Aloysius menegaskan bahwa PKB sejak awal telah bersikap untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum dan Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU. Apabila nantinya terdapat keputusan hukum yang menyatakan kader PKB bersalah, partai akan menjatuhkan sanksi tegas tanpa kompromi.
“Saya sudah menyampaikan sikap partai bahwa PKB tidak akan melindungi kader partai yang terindikasi dan dinyatakan bersalah berdasarkan keputusan aparat penegak hukum maupun Badan Kehormatan DPRD Kabupaten. Sanksi partai akan sangat keras. Buktinya, PKB tidak main-main. Kita tunggu semua proses yang sedang berjalan,” ujar Aloysius.
Kronologi Peristiwa: Dari Intimidasi hingga Meninggalnya dr. Icha
Kasus ini bermula ketika tiga anggota DPRD TTU diduga melakukan intimidasi terhadap dr. Icha di rumah sakit tempatnya bertugas. Ketiga anggota DPRD tersebut adalah Veronika Lake dari PDI Perjuangan, Teres Lasaka dari Partai Golkar, dan Nobertus Bani dari PKB. Mereka datang ke rumah sakit terkait penanganan seorang pasien korban gigitan ular hijau yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu anggota DPRD.
Menurut pihak keluarga, dr. Icha mengalami tekanan psikologis berat setelah kejadian tersebut. Fabi Banase, paman almarhumah, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhirnya dengan dr. Icha adalah memintanya untuk fokus memulihkan kondisi psikologis dan tidak memikirkan persoalan yang sedang dihadapi. Namun, sebelum jadwal pemeriksaan lanjutan berlangsung, keluarga justru menerima kabar bahwa dr. Icha telah ditemukan meninggal dunia di rumah keluarganya di Baumata, Kabupaten Kupang.
dr. Icha ditemukan pertama kali oleh adiknya yang juga berprofesi sebagai dokter. Saat itu, kedua orang tua korban sedang berada di luar rumah. Polisi mengamankan dua unit telepon seluler milik korban dan sepucuk surat yang ditemukan di lokasi kejadian. Seluruh barang bukti kini berada dalam penguasaan kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.
Langkah Hukum: Keluarga Tempuh Jalur Pidana
Keluarga almarhumah memastikan akan membawa perkara ini ke ranah pidana dengan melaporkan tiga anggota DPRD TTU ke Polda NTT. Fabi Banase menegaskan bahwa laporan pidana tetap akan ditempuh meskipun proses etik di Badan Kehormatan DPRD TTU masih berlangsung. “Yang pasti kita ke Polda, laporkan tiga orang,” tegas Fabi.
Meski demikian, keluarga menyatakan tetap menghormati mekanisme pemeriksaan etik yang sedang diproses BK DPRD TTU. Fabi mengungkapkan bahwa Ketua DPRD TTU sebelumnya menyampaikan bahwa BK masih memberikan waktu tujuh hari untuk membuka ruang penyelesaian sebelum melanjutkan tahapan pemeriksaan. Namun, keluarga menilai proses hukum pidana tidak dapat ditunda terlalu lama.
Daftar Tiga Anggota DPRD yang Dilaporkan
- Veronika Lake – dari PDI Perjuangan
- Teres Lasaka – dari Partai Golkar
- Nobertus Bani – dari PKB
Dampak dan Implikasi Kasus
Kasus ini telah memicu gelombang kecaman dari berbagai elemen masyarakat, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga swadaya masyarakat. Mereka menuntut proses hukum yang transparan dan adil. Keluarga pun mengancam akan menduduki gedung DPR jika proses tidak berjalan sebagaimana mestinya. “Bila perlu kita duduki DPR kalau prosesnya tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Fabi.
Implikasi politik dari kasus ini cukup signifikan. PKB sebagai partai yang kadernya terlibat berusaha menjaga citra dengan mengambil sikap tegas. Namun, publik menilai bahwa sikap partai baru akan teruji ketika proses hukum telah menghasilkan keputusan final. Sementara itu, dua partai lain yang kadernya juga terlibat, PDI Perjuangan dan Partai Golkar, belum mengeluarkan pernyataan resmi serupa.
Tabel Perbandingan Sikap Partai Terkait Kasus Intimidasi Dokter Icha
| Partai | Kader yang Dilaporkan | Pernyataan Resmi Partai |
|---|---|---|
| PKB | Nobertus Bani | Tidak akan melindungi kader yang bersalah, sanksi tegas |
| PDI Perjuangan | Veronika Lake | Belum ada pernyataan resmi |
| Partai Golkar | Teres Lasaka | Belum ada pernyataan resmi |
Harapan Publik dan Langkah ke Depan
Publik berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi almarhumah dr. Icha. Keluarga bersama elemen masyarakat sipil akan terus mengawal perkembangan kasus ini, baik di BK DPRD TTU maupun di kepolisian. Tekanan publik diharapkan dapat mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja profesional dan tanpa intervensi.
Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan bagi tenaga kesehatan yang kerap menghadapi tekanan dari berbagai pihak. Pemerintah dan institusi terkait diharapkan dapat mengevaluasi sistem perlindungan bagi dokter dan perawat agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Di tengah duka yang mendalam, keluarga dr. Icha berharap agar kematiannya dapat membawa perubahan positif, terutama dalam penegakan hukum dan etika di lingkungan legislatif. Mereka yakin bahwa keadilan pada akhirnya akan ditegakkan, meskipun harus melalui proses yang panjang dan melelahkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








![Geopolitik Mereda, Ekonomi Siap Bangkit - Analisis Pakar Hikmahanto Juwana | SATU MEJA [titlebase]](https://suarapecari.com/wp-content/uploads/2026/06/geopolitik-mereda-ekonomi-siap-bangkit-analisis-pakar-hikmahanto-juwana-satu-meja-titlebase-80x80.webp)


