Prabowo: Prajurit Kita Diberi Perlengkapan Tepat, Komandan Baik, Dia Juara

Prabowo: Prajurit Kita Diberi Perlengkapan Tepat, Komandan Baik, Dia Juara

Suara Pecari, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan kebanggaannya terhadap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang konsisten meraih prestasi gemilang di ajang internasional. Dalam sambutannya usai meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026), Prabowo menyoroti capaian luar biasa prajurit TNI yang telah 13 kali menjadi juara umum di Australian Army of Skill Arms Meeting (AASAM) dan ASEAN Armies Rifle Meet (AARM).

“Jadi bayangkan sudah 26 tahun tentara Indonesia juara nembak se-Asia Pasifik yang ikut tentara Australia, tentara Amerika, tentara Jepang, Vietnam, tentara negara-negara hebat, tentara Malaysia, tentara Singapura,” ujar Prabowo di hadapan para hadirin.

Kunci Sukses Prajurit TNI

Menurut Prabowo, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tiga faktor utama: perlengkapan yang tepat, komandan yang baik, serta pelatihan yang memadai. “Artinya prajurit Indonesia dikasih perlengkapan yang tepat, makannya nggak dikorupsi, dikasih komandan yang baik, dikasih peluru yang cukup latihan, dia juara. Juara antara tentara terbaik di dunia,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa investasi pada sumber daya manusia dan peralatan militer yang bebas dari korupsi merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan pertahanan yang disegani. Prestasi TNI di ajang AASAM dan AARM tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga menjadi bukti nyata profesionalisme prajurit Indonesia.

Prestasi TNI di Ajang Internasional

Berikut adalah data capaian TNI dalam dua kompetisi tembak bergengsi tersebut:

AjangJumlah Juara UmumTahun Terakhir
AASAM13 kali2025
AARM13 kali2025

Konsistensi ini menunjukkan bahwa sistem pembinaan dan pelatihan di TNI berjalan efektif. Para prajurit tidak hanya mahir dalam teknik menembak, tetapi juga memiliki mental juara yang mampu bersaing dengan tentara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.

Industri Pertahanan Dalam Negeri Semakin Berjaya

Selain memuji prajurit, Prabowo juga menyoroti kemajuan industri pertahanan dalam negeri. PT Pindad dan PT PAL, dua BUMN strategis di bawah Kementerian Pertahanan, kini telah mampu memproduksi alutsista secara mandiri. Bahkan, PT Pindad baru saja mengantongi kontrak dari Arab Saudi untuk memasok senapan dan senapan mesin bagi seluruh tentara Arab Saudi.

“PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, Saudara-saudara sekalian. Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad, Saudara-saudara. Senjata kita teruji,” ungkap Prabowo dengan penuh bangga.

Kontrak ini menjadi tonggak sejarah baru bagi industri pertahanan Indonesia. Produk-produk PT Pindad seperti senapan serbu SS2, SS3, dan senapan mesin SM2 telah diakui kualitasnya di pasar internasional. Kepercayaan dari negara Timur Tengah seperti Arab Saudi membuka peluang ekspor yang lebih luas ke negara-negara lain.

Daftar Produk Unggulan PT Pindad

  • Senapan Serbu SS2-V4
  • Senapan Serbu SS3
  • Senapan Mesin SM2
  • Pistol G2
  • Munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm

Dampak dan Implikasi

Prestasi TNI di kancah internasional dan kemajuan industri pertahanan dalam negeri memiliki dampak luas bagi Indonesia:

  • Peningkatan Citra Bangsa: Dominasi TNI di ajang AASAM dan AARM memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer yang profesional dan disegani di kawasan Asia-Pasifik.
  • Kemandirian Alutsista: Dengan kemampuan memproduksi senjata sendiri, Indonesia mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus menghemat devisa negara.
  • Peluang Ekonomi: Kontrak ekspor seperti dari Arab Saudi memberikan pemasukan bagi negara dan membuka lapangan kerja di sektor industri pertahanan.
  • Efek Domestik: Keberhasilan ini mendorong semangat nasionalisme dan kepercayaan diri bangsa terhadap kemampuan anak negeri.

Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pengadaan perlengkapan militer. “Makannya nggak dikorupsi” menjadi pesan moral bahwa dana pertahanan harus digunakan secara transparan dan tepat sasaran agar prajurit dapat berlatih dengan maksimal.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memodernisasi alutsista TNI dan memperkuat industri pertahanan melalui program prioritas seperti pembangunan kapal perang canggih di PT PAL dan pengembangan amunisi pintar di PT Pindad. Dengan sinergi antara prajurit yang tangguh dan industri yang maju, Indonesia optimis dapat menjadi kekuatan pertahanan yang disegani di dunia.

Presiden Prabowo menutup sambutannya dengan optimisme tinggi, meyakini bahwa dengan kerja keras dan pengelolaan yang baik, Indonesia tidak hanya akan menjadi juara di ajang tembak, tetapi juga juara dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *