Komisi VI DPR Apresiasi Tata Kelola BP Batam: Optimis Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Komisi VI DPR Apresiasi Tata Kelola BP Batam: Optimis Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Suara Pecari, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali mencuri perhatian publik setelah Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan optimisme tinggi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. Lembaga yang mengelola kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam ini menargetkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Jika tercapai, ini akan menjadi WTP ke-10 secara berturut-turut sejak 2016, sebuah prestasi yang langka di kalangan lembaga pemerintah.

Pencapaian PNBP dan Tata Kelola Keuangan

Sepanjang tahun 2025, BP Batam berhasil merealisasikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,93 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mencerminkan efektivitas pengelolaan aset dan pelayanan investasi di kawasan Batam. Amsakar Achmad menegaskan bahwa BP Batam akan terus memperkuat tata kelola lembaga melalui digitalisasi dan inovasi layanan investasi. “Ke depan, BP Batam akan mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan, mengoptimalkan penerimaan negara, memperkuat pengendalian intern, agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan KPBPB Batam,” tegas Amsakar.

Data Realisasi PNBP BP Batam (2021-2025)

TahunRealisasi PNBP (Rp triliun)Opini LK
20211,45WTP
20221,62WTP
20231,78WTP
20241,85WTP
20251,93WTP (target)

Apresiasi Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memberikan apresiasi tinggi atas capaian BP Batam. Menurutnya, Batam telah menunjukkan kinerja yang baik dan diharapkan terus menjadi contoh dalam pengembangan investasi nasional. “Kami mengapresiasi tata kelola BP Batam yang transparan dan akuntabel. Ini menjadi bukti bahwa dengan manajemen yang baik, lembaga pemerintah bisa berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara,” ujar Andre. Ia juga mendorong BP Batam untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepastian berusaha guna menarik lebih banyak investor.

Dampak Positif bagi Ekonomi Batam dan Nasional

Pencapaian WTP berturut-turut dan peningkatan PNBP memberikan dampak langsung bagi perekonomian Batam. Beberapa dampak positif antara lain:

  • Meningkatkan kepercayaan investor – Opini WTP menjadi jaminan bahwa pengelolaan keuangan BP Batam bersih dan profesional, sehingga investor lebih percaya untuk menanamkan modal di Batam.
  • Optimalisasi penerimaan negara – Dengan PNBP yang terus meningkat, kontribusi Batam terhadap APBN semakin besar, membantu pembiayaan pembangunan nasional.
  • Percepatan pembangunan infrastruktur – Dana yang dikelola dengan baik memungkinkan BP Batam untuk merealisasikan proyek-proyek strategis yang mendukung kawasan industri dan pariwisata.
  • Efek domino pada sektor riil – Investasi yang masuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Digitalisasi Layanan Investasi: Langkah Strategis ke Depan

BP Batam tidak hanya berfokus pada capaian masa lalu, tetapi juga menyiapkan strategi untuk masa depan. Digitalisasi pengelolaan keuangan dan layanan investasi menjadi prioritas utama. Amsakar menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengembangkan sistem perizinan terintegrasi berbasis digital yang memungkinkan investor mengurus dokumen secara online dalam waktu singkat. “Kami targetkan tahun depan semua layanan perizinan sudah bisa diakses secara digital, sehingga proses investasi menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan,” ungkapnya.

Kronologi Perjalanan BP Batam Menuju WTP ke-10

  1. 2016 – BP Batam meraih opini WTP pertama kali setelah sebelumnya mendapat opini disclaimer.
  2. 2017-2020 – Konsisten meraih WTP setiap tahun, meskipun ada tantangan pandemi Covid-19.
  3. 2021-2024 – WTP terus dipertahankan dengan peningkatan PNBP setiap tahun.
  4. 2025 – Realisasi PNBP mencapai Rp1,93 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
  5. 2026 (target) – Optimis meraih WTP ke-10 dan melanjutkan digitalisasi layanan.

Implikasi bagi Pengembangan Investasi Nasional

Keberhasilan BP Batam dalam tata kelola memberikan pelajaran berharga bagi kawasan ekonomi khusus lainnya di Indonesia. Pemerintah pusat diharapkan dapat mereplikasi model pengelolaan BP Batam ke daerah lain, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, capaian ini juga memperkuat posisi Batam sebagai pintu gerbang investasi di Indonesia, sejajar dengan Singapura dan Malaysia dalam hal kemudahan berusaha.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Batam mampu membuktikan bahwa dengan tata kelola yang baik, lembaga pemerintah bisa menjadi motor penggerak ekonomi. Komisi VI DPR berjanji akan terus mengawal dan mendukung BP Batam agar prestasi ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat Batam dan Indonesia secara keseluruhan.

Dengan optimisme dan kerja keras yang ditunjukkan, BP Batam tidak hanya mengejar opini WTP semata, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan investasi yang berkelanjutan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan investor.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *