Kelakar Prabowo ke Bahlil Soal Pelesetan MBG ‘Mas Bahlil Ganteng’ Jadi Sorotan Publik
Suara Pecari, Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan kedekatannya dengan para ketua umum partai politik melalui candaan ringan di tengah-tengah pidato politik. Momen tersebut terjadi saat beliau menghadiri Puncak Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026. Dalam pidatonya, Prabowo menyapa para tamu undangan, termasuk sejumlah ketua umum partai, dan salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Kelakar yang Mencairkan Suasana
Ketika Prabowo menyebut nama Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Golkar itu langsung berdiri dan memberikan gestur namaste. Namun, Prabowo tidak berhenti di situ. Ia kemudian melontarkan candaan yang langsung mengundang tawa hadirin. “Katanya MBG singkatan Mas Bahlil Ganteng,” ujar Prabowo. Candaan tersebut merujuk pada tren di media sosial yang memplesetkan singkatan MBG (Makan Bergizi Gratis) menjadi ‘Mas Bahlil Ganteng’. Lagu dengan judul serupa sempat viral di berbagai platform, dan tampaknya Prabowo mengikuti perkembangan itu.
Prabowo kemudian menambahkan, “Bisa aja lo,” sambil menunjuk ke arah Bahlil. Tawa hadirin semakin pecah, termasuk dari para ketua umum partai lain yang hadir, seperti Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), Almuzzammil Yusuf (PKS), dan Djarot Saiful Hidayat (PDIP). Mereka tidak dapat menyembunyikan tawa mendengar candaan presiden yang terkesan santai namun sarat makna politik.
Latar Belakang MBG dan Plesetan yang Viral
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Diluncurkan pada awal 2025, program ini menyasar anak-anak sekolah dan ibu hamil untuk menekan angka stunting dan malnutrisi. Namun, di media sosial, singkatan MBG kerap diplesetkan menjadi ‘Mas Bahlil Ganteng’ setelah seorang kreator konten membuat lagu bertema serupa. Lagu tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi bahan perbincangan di Twitter (X), Instagram, dan TikTok. Plesetan ini tidak hanya lucu, tetapi juga menunjukkan kreativitas warganet dalam merespons kebijakan pemerintah.
Fenomena ini pun tidak luput dari perhatian Prabowo. Dalam pidatonya, ia dengan cerdik memanfaatkan momen tersebut untuk mencairkan suasana sekaligus menunjukkan bahwa ia dekat dengan rakyat, termasuk dalam hal-hal ringan seperti meme dan lagu viral. Sikap ini dinilai sebagai strategi komunikasi politik yang efektif untuk mendekatkan diri dengan generasi muda yang akrab dengan budaya internet.
Daftar Ketum Parpol yang Hadir di Harlah PKB
| Nama | Jabatan | Partai |
|---|---|---|
| Agus Harimurti Yudhoyono | Ketua Umum | Partai Demokrat |
| Zulkifli Hasan | Ketua Umum | PAN |
| Almuzzammil Yusuf | Presiden | PKS |
| Djarot Saiful Hidayat | Ketua DPP | PDIP |
| Bahlil Lahadalia | Ketua Umum | Partai Golkar |
Dampak Politik: Mempererat Koalisi atau Sekadar Candaan?
Meski terkesan ringan, candaan Prabowo kepada Bahlil memiliki implikasi politik yang tidak bisa diabaikan. Golkar sebagai partai besar dalam koalisi pemerintahan baru saja mengalami transisi kepemimpinan dari Airlangga Hartarto ke Bahlil. Dengan menyebut Bahlil secara langsung dan membuat lelucon yang melibatkan program unggulan pemerintah, Prabowo secara tidak langsung memberikan legitimasi kepada Bahlil sebagai mitra strategis. Hal ini juga memperkuat posisi Bahlil di internal Golkar dan menunjukkan bahwa hubungan antara Istana dan partai beringin berjalan mesra.
Di sisi lain, plesetan MBG menjadi ‘Mas Bahlil Ganteng’ bisa dilihat sebagai bentuk dukungan populer terhadap program tersebut. Sejak diluncurkan, program MBG menghadapi berbagai tantangan, mulai dari anggaran hingga distribusi. Dengan viralnya plesetan ini, perhatian publik justru tertuju pada aspek positif program, setidaknya untuk sementara. Namun, ada juga kritik yang mengatakan bahwa candaan ini berpotensi mengalihkan isu serius seperti efektivitas program.
Kronologi Peristiwa
- 2025, awal: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan oleh pemerintah.
- Juli 2026: Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ viral di media sosial, memplesetkan MBG.
- 23 Juli 2026: Harlah ke-28 PKB di JCC, Senayan. Presiden Prabowo hadir dan melontarkan candaan tentang pelesetan MBG kepada Bahlil.
- 24 Juli 2026: Video candaan tersebut beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat.
Analisis: Strategi Komunikasi Publik yang Cerdas
Pakar komunikasi politik menilai langkah Prabowo untuk mengangkat pelesetan MBG dalam forum resmi merupakan strategi yang cerdas. Selain menunjukkan sisi humoris seorang pemimpin, hal ini juga menciptakan narasi bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik atau candaan rakyat. Dalam era digital, respons seperti ini bisa meningkatkan citra positif di mata generasi milenial dan Gen Z yang mendominasi media sosial.
Reaksi Bahlil yang hanya tersenyum dan tertawa menunjukkan bahwa ia memahami konteks lelucon tersebut. Sikap tersebut juga penting untuk menjaga harmonisasi di dalam koalisi. Bahlil, yang dikenal sebagai politikus muda dan energik, tampaknya menikmati momen tersebut tanpa merasa tersinggung. Hal ini justru memperkuat citra keduanya sebagai pasangan pemimpin yang solid.
Penutup: Saat Politik Bertemu Budaya Pop
Kelakar Prabowo kepada Bahlil soal ‘Mas Bahlil Ganteng’ bukan sekadar candaan di atas panggung. Ia adalah cerminan bagaimana politik modern di Indonesia semakin dekat dengan budaya populer. Di tengah hiruk-pikuk berita serius tentang kebijakan dan anggaran, momen seperti ini mengingatkan bahwa pemimpin juga manusia biasa yang bisa tertawa bersama. Apakah ini akan berdampak jangka panjang pada elektabilitas Prabowo atau popularitas Bahlil? Mungkin tidak secara langsung, tetapi setidaknya, untuk sesaat, publik diajak untuk tersenyum bersama, dan itu adalah obat yang cukup manis di tengah politik yang kerap tegang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










