Perombakan Kabinet Prabowo: Tiga Menteri Dinilai Layak Dicopot
Suara Pecari, Jakarta – Isu perombakan kabinet di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat. Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden menjadi pemicu utama munculnya wacana reshuffle tersebut.
Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo turun drastis dari 81,2 persen menjadi 51,1 persen. Penurunan itu memicu berbagai kalangan, termasuk pengamat politik, untuk mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai presiden perlu melakukan evaluasi total, termasuk mengurangi atau menghilangkan posisi wakil menteri. Ia juga menyebut tiga menteri yang memiliki catatan integritas buruk dan layak diganti, yaitu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.
Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menambahkan bahwa evaluasi harus difokuskan pada tiga bidang utama: ekonomi, penegakan hukum, dan komunikasi politik. Kementerian yang terkait dengan bidang-bidang tersebut perlu menjadi prioritas dalam perombakan.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Ahmad Irawan menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Menurutnya, menteri yang tidak berkinerja baik sudah sepantasnya diganti demi efektivitas pemerintahan.
Hingga saat ini, Presiden Prabowo belum memberikan pernyataan resmi terkait isu perombakan kabinet. Namun, berbagai sinyal dari partai koalisi dan pengamat semakin memperkuat spekulasi bahwa reshuffle akan segera dilakukan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.







