Pete Hegseth Terpuruk di Survei, Kini Hadapi Upaya Pemakzulan
Suara Pecari – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menghadapi tekanan besar setelah survei terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat penerimaan publik terhadap dirinya. Pada saat yang sama, Hegseth juga tengah menghadapi upaya pemakzulan yang diajukan oleh anggota DPR dari Partai Republik, terkait kewenangan perang dan operasi militer di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Hasil survei nasional yang dilakukan oleh Marquette Law School pada 2-9 September 2026 memperlihatkan hanya 25 persen responden yang memberikan penilaian positif terhadap Hegseth, sementara 49 persen menilai negatif. Tingkat favorabilitas bersihnya mencapai minus 24 poin, angka terendah dalam rangkaian survei yang dilakukan sejak April 2026. Survei yang melibatkan 1.023 orang dewasa di seluruh AS ini memiliki margin kesalahan plus-minus 3,3 poin persentase.
Tekanan Publik dan Perang Iran
Penurunan popularitas Hegseth bertepatan dengan meningkatnya penolakan publik terhadap perang yang sedang berlangsung di Iran. Survei yang sama menunjukkan 79 persen warga AS menilai perang tersebut tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, sementara hanya 21 persen yang mendukungnya. Sebanyak 87 persen responden juga menilai bahwa AS belum mencapai tujuan perang, sedangkan 13 persen berpendapat sebaliknya.
Selain itu, hanya 26 persen masyarakat menyetujui cara Presiden Trump menangani perang Iran, angka yang terus menurun dari survei sebelumnya pada April dan Juli 2026. Konflik yang bermula sejak serangan AS dan Israel pada Februari 2026 ini telah mengganggu pengiriman minyak dan memberikan dampak langsung terhadap harga bahan bakar di Amerika Serikat.
Dampak Ekonomi dan Harga Bahan Bakar
Konflik yang berkepanjangan tersebut berpengaruh pada perekonomian, terutama terlihat pada kenaikan harga bahan bakar. American Automobile Association (AAA) melaporkan harga rata-rata bensin reguler nasional mencapai 4,3672 dolar AS per galon pada 16 September 2026, meningkat dibandingkan 3,1862 dolar AS setahun sebelumnya. Harga solar juga mencatat rekor tertinggi sebesar 6,3103 dolar AS per galon.
<
Volatilitas di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak mentah di atas 100 dolar AS per barel pada awal September. Kenaikan harga bahan bakar ini menambah beban ekonomi yang dirasakan masyarakat dan memperbesar tekanan terhadap pemerintahan saat ini.
Upaya Pemakzulan Terhadap Pete Hegseth
Dalam situasi yang semakin sulit, Pete Hegseth kini menghadapi delapan pasal pemakzulan yang diajukan oleh anggota DPR dari Partai Republik. Pasal-pasal tersebut sebagian besar berkaitan dengan kewenangan perang dan operasi militer yang dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Trump. Upaya ini mencerminkan ketidakpuasan yang meluas terhadap penanganan konflik dan kebijakan pertahanan yang diambil oleh pemerintahan saat ini.
Tekanan ganda dari penurunan popularitas dan ancaman pemakzulan menempatkan posisi Hegseth sebagai Menteri Pertahanan dalam situasi yang sangat rentan, dengan implikasi yang dapat memengaruhi stabilitas kebijakan pertahanan AS ke depan.
Situasi ini menjadi perhatian publik dan pengamat politik, mengingat peran penting Menteri Pertahanan dalam menjaga keamanan nasional dan mengelola operasi militer di tengah dinamika konflik internasional yang kompleks saat ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










