Satreskrim Polresta Banyuwangi Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman, Lakukan Sidak di SPPBE Rogojampi
Suara Pecari – 10 April 2026 | Satreskrim Polresta Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Rogojampi pada Kamis 9 April.
Pemeriksaan bertujuan memastikan ketersediaan stok LPG subsidi 3 kilogram tetap aman serta distribusinya tepat sasaran.
Tim inspeksi memeriksa akurasi mesin pengisian, kondisi jalur pipa, kualitas segel, dan mengambil sampel berat tabung.
Kepala Satuan Reskrim, Lanang Teguh Pambudi, menyatakan tidak menemukan indikasi pengurangan takaran atau praktik pengoplosan gas subsidi.
Ia menegaskan bahwa proses pengisian telah memenuhi standar teknis yang berlaku.
Inspeksi dilakukan di tengah laporan panic buying yang muncul di beberapa wilayah, termasuk Jawa Timur.
Polisi menegaskan bahwa stok LPG di Banyuwangi tetap mencukupi dan tidak ada kelangkaan yang mengharuskan penimbunan.
Data kuota 2026 menunjukkan alokasi 18.318.667 tabung atau setara 54.956 metrik ton untuk Kabupaten Banyuwangi.
Hingga 31 Maret 2026, realisasi penyaluran tercatat sebanyak 4.903.360 tabung, dengan rata-rata distribusi harian sekitar 63.500 tabung.
Angka tersebut mencerminkan bahwa sebagian besar kuota masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat prasejahtera.
Lanang menambahkan bahwa pengawasan distribusi LPG subsidi akan terus dilakukan dari tingkat agen hingga pengecer.
“LPG 3 kilogram adalah hak masyarakat prasejahtera dan usaha mikro, kami tidak akan mentolerir penimbunan atau penjualan di atas HET,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar tidak membeli secara berlebihan karena stok dipastikan aman.
Masyarakat diminta melaporkan setiap dugaan kecurangan dalam distribusi LPG subsidi kepada Polresta setempat.
Pemeriksaan meliputi verifikasi berat tabung yang seharusnya 3 kilogram, serta pengecekan segel anti-manipulasi.
Petugas menggunakan timbangan terkalibrasi serta alat uji kebocoran untuk memastikan tidak ada penambahan atau pengurangan zat.
Hasil sampel yang diambil menunjukkan berat sesuai standar dan tidak terdapat bau atau kontaminasi yang mencurigakan.
Seluruh proses pengisian LPG di SPPBE Rogojampi mengikuti prosedur operasional standar yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kegiatan sidak ini merupakan bagian dari upaya preventif Polresta Banyuwangi dalam menanggulangi potensi krisis energi rumah tangga.
Penegakan hukum terhadap pelaku penimbunan atau pengoplosan akan dilakukan secara tegas bila terbukti.
Pihak kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk sinkronisasi data distribusi.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat transparansi rantai pasokan LPG subsidi hingga ke konsumen akhir.
Masyarakat dapat memantau ketersediaan LPG di SPBU resmi atau agen resmi melalui aplikasi pemerintah yang tersedia.
Jika menemukan perbedaan volume atau harga di atas Harga Eceran Tertinggi, warga disarankan untuk melaporkan melalui layanan pengaduan Polri.
Polresta menegaskan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti secara cepat untuk mencegah penyebaran praktik curang.
Pada saat inspeksi, tidak ada indikasi adanya penumpukan tabung di gudang agen yang dapat memicu kelangkaan pasar.
Situasi pasar LPG di Banyuwangi masih stabil, dengan pasokan yang memadai untuk mendukung kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro.
Pemerintah daerah juga terus memantau harga LPG di pasar tradisional agar tetap berada pada level yang wajar.
Upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tidak melakukan panic buying juga dilakukan melalui media lokal dan media sosial.
Kesimpulannya, inspeksi Satreskrim Polresta Banyuwangi menunjukkan stok LPG subsidi 3 kilogram aman, distribusi tepat, dan tidak ada praktik penggelapan.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






