Antisipasi Kemacetan, ASDP Ketapang Tambah Kapal Saat Libur Panjang
Suara Pecari | PT ASDP Indonesia Ferry mengambil langkah strategis dengan menambah jumlah kapal di Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, guna mengantisipasi kemacetan panjang yang dipicu lonjakan kendaraan truk menuju penyeberangan Banyuwangi-Bali. Langkah ini merupakan implementasi dari kebijakan ASDP Ketapang tambah kapal antisipasi kemacetan Ketapang LPP RRI yang diumumkan pada Jumat, 5 Juni 2026.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, mengonfirmasi bahwa jumlah kapal yang beroperasi di Dermaga LCM ditingkatkan dari sembilan menjadi 12 kapal per hari. “Biasanya sembilan kapal sehari. Mulai hari ini ditambah menjadi 12 kapal,” ujar Arief. Penambahan ini dilakukan menyusul peningkatan volume truk besar yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Menurut data ASDP, biasanya sekitar 2.000 unit truk besar menyeberang setiap hari, namun saat libur panjang terjadi peningkatan sekitar 2 persen.
Selain penambahan armada, ASDP Ketapang juga menerapkan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di Dermaga LCM. Sistem ini memungkinkan kapal langsung kembali ke Ketapang setelah membongkar muatan di Gilimanuk tanpa harus menunggu antrean panjang. “Kondisi di Gilimanuk memungkinkan diterapkan TBB sehingga perputaran kapal bisa lebih cepat,” jelas Arief. Kebijakan ASDP Ketapang tambah kapal antisipasi kemacetan Ketapang LPP RRI ini diharapkan dapat memecah kepadatan yang sempat mengular hingga 5 kilometer di jalur Situbondo-Banyuwangi.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean didominasi kendaraan truk bersumbu tiga ke atas, sementara kendaraan pribadi dan sepeda motor masih dapat melintas lancar. Salah seorang sopir truk, Udin, mengaku terjebak kemacetan sejak Kamis 4 Juni 2026 sore hingga tengah malam sebelum akhirnya masuk area parkir pelabuhan. “Saya kena macet jam 6 sore. Baru bisa sampai area parkir pelabuhan jam 12 malam,” katanya.
Dengan langkah ASDP Ketapang tambah kapal antisipasi kemacetan Ketapang LPP RRI, perusahaan pelayaran berharap dapat mengurangi waktu tunggu dan memperlancar arus penyeberangan selama periode libur panjang. Kombinasi penambahan kapal dan sistem TBB diharapkan mampu mengurai kemacetan secara signifikan. Masyarakat pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk tetap memantau informasi terkini dari ASDP guna merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan ASDP dalam meningkatkan pelayanan dan mengantisipasi lonjakan penumpang, khususnya truk besar, pada momen libur panjang. Dengan demikian, ASDP Ketapang tambah kapal antisipasi kemacetan Ketapang LPP RRI menjadi solusi tepat untuk menjaga kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat di jalur strategis Banyuwangi-Bali.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












