Banyuwangi Catat Rekor Penumpang Kereta Tertinggi di Daop 9 Jember Selama Libur Panjang
Suara Pecari | Banyuwangi Jadi Wilayah Terpadat Penumpang Kereta saat Libur Panjang LPP RRI. PT KAI Daop 9 Jember mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api selama periode libur panjang dan cuti bersama yang berlangsung pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Dalam sepekan tersebut, total puluhan ribu penumpang dilayani di berbagai stasiun di wilayah Daop 9, dengan Kabupaten Banyuwangi menempati posisi pertama sebagai wilayah terpadat.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa Banyuwangi Jadi Wilayah Terpadat Penumpang Kereta saat Libur Panjang LPP RRI dengan total 77.508 penumpang yang dilayani. Angka tersebut terdiri dari 38.045 penumpang berangkat dan 39.463 penumpang datang. Tingginya mobilitas ini menunjukkan bahwa Banyuwangi masih menjadi primadona tujuan perjalanan, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun keluarga.
Di peringkat kedua, Kabupaten Jember mencatat total 67.032 penumpang, terdiri dari 33.789 penumpang berangkat dan 33.243 penumpang datang. Sementara itu, wilayah Probolinggo melayani 8.405 penumpang, Lumajang 4.105 penumpang, dan Pasuruan 4.046 penumpang. Data ini memperkuat posisi Banyuwangi Jadi Wilayah Terpadat Penumpang Kereta saat Libur Panjang LPP RRI.
Cahyo menilai bahwa tingginya angka penumpang menjadi indikator positif meningkatnya konektivitas antardaerah dan aktivitas ekonomi masyarakat. “Setiap kedatangan dan keberangkatan penumpang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, perhotelan, transportasi lanjutan, hingga ekonomi kreatif,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa transportasi kereta api tidak hanya berperan sebagai sarana mobilitas, tetapi juga turut mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan usaha lokal.
KAI Daop 9 Jember menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama libur panjang. Dengan capaian ini, Banyuwangi Jadi Wilayah Terpadat Penumpang Kereta saat Libur Panjang LPP RRI menjadi bukti nyata bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian. Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan guna mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa Banyuwangi tidak hanya unggul dalam jumlah penumpang, tetapi juga menjadi barometer pergerakan ekonomi regional. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah-daerah terdampak dapat terus berkembang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












