Banyuwangi Matangkan Sistem Pilkades Digital untuk Transparansi Pemilu Desa
Suara Pecari | Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mematangkan sistem Pilkades digital sebagai langkah inovatif dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Melalui koordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo), pengembangan aplikasi digital kini memasuki tahap simulasi internal. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviani, mengungkapkan bahwa simulasi ini bertujuan mengevaluasi kesiapan sistem sebelum diterapkan secara penuh. “Besok kami berkoordinasi dengan Kominfo untuk simulasi internal sekaligus evaluasi terhadap aplikasi yang sedang disiapkan. Jika seluruh persiapan berjalan baik, kami merencanakan simulasi tingkat kabupaten pada Juli mendatang,” ujar Nanin pada Selasa (9/6/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mewujudkan Pilkades yang lebih transparan dan efisien. Dengan digitalisasi, diharapkan proses pemungutan suara dapat dipantau secara real-time melalui dashboard yang dapat diakses di tingkat desa maupun kabupaten. “Kami ingin ada dashboard yang bisa memantau perkembangan pemilih secara real time. Dengan begitu prosesnya lebih terbuka dan masyarakat bisa melihat jalannya pemungutan suara secara langsung,” tambah Nanin.
Banyuwangi Matangkan Sistem Pilkades Digital LPP RRI menjadi berita utama yang menyoroti upaya daerah dalam mengadopsi teknologi untuk pemilihan kepala desa. Sistem ini tidak hanya memudahkan proses administrasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan. Pemerintah daerah telah mempelajari pengalaman dari Kabupaten Magetan yang menerapkan Pilkades digital pada 2023. Namun, Banyuwangi ingin menyempurnakan sistem tersebut dengan menghilangkan proses manual yang masih ada. “Kami belajar dari Magetan. Namun yang kami lihat, pelaksanaannya masih belum sepenuhnya digital karena masih ada proses manual. Banyuwangi ingin menerapkan digitalisasi secara penuh sehingga prosesnya lebih efektif dan transparan,” jelas Nanin.
Tahapan simulasi internal akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada simulasi tingkat kabupaten. Hal ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi kendala teknis sebelum sistem diterapkan di seluruh desa dan kecamatan. Selain itu, pengamanan data juga menjadi prioritas untuk menjaga kerahasiaan pilihan pemilih dan mencegah potensi konflik. Nanin menambahkan bahwa berbagai evaluasi dari daerah lain, termasuk masalah antrean dan kendala teknis, akan dijadikan bahan penyempurnaan.
Banyuwangi Matangkan Sistem Pilkades Digital LPP RRI merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pelayanan publik. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan Pilkades mendatang dapat berjalan lebih lancar, akurat, dan akuntabel. Masyarakat pun dapat memantau langsung proses pemilihan melalui dashboard yang telah disiapkan. Inisiatif ini juga sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri tentang pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa.
Kesimpulannya, digitalisasi Pilkades di Banyuwangi menjadi langkah maju dalam tata kelola pemerintahan desa. Dengan persiapan yang matang dan evaluasi berkelanjutan, sistem ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Banyuwangi Matangkan Sistem Pilkades Digital LPP RRI bukan sekadar berita, melainkan cerminan semangat inovasi untuk pelayanan yang lebih baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












