Mendikdasmen Sesuaikan Bantuan Revitalisasi Sekolah Berdasarkan Kebutuhan dan Kerusakan
Suara Pecari, Denpasar – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti menegaskan bahwa pemerintah tidak menetapkan batas maksimal nilai bantuan revitalisasi sekolah. Besaran bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah dan tingkat kerusakan yang harus ditangani.
Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Sekolah
Dalam kunjungannya ke SD Negeri 15 Dangin Puri pada 2 Oktober 2026, Abdul Muti menjelaskan bahwa besaran anggaran bantuan ditentukan berdasarkan kebutuhan pembangunan atau revitalisasi yang diajukan oleh sekolah. Ia memberikan contoh bahwa sekolah yang mengajukan pembangunan unit sekolah baru bisa mendapatkan anggaran lebih besar karena skala pekerjaannya lebih banyak. Misalnya, sekolah taman kanak-kanak (TK) yang sebelumnya dikunjungi memperoleh bantuan lebih dari Rp1 miliar.
Prioritas Bantuan Tahun 2026
Pada tahun 2026, pemerintah memprioritaskan bantuan revitalisasi untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, sekolah terdampak bencana, serta yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Meskipun demikian, sekolah yang tidak masuk kategori prioritas tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan, terutama jika usulan prioritas disampaikan oleh pemerintah daerah melalui dinas pendidikan.
Proses Pengajuan dan Identifikasi Sekolah Penerima Bantuan
Pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui pemerintah daerah, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai sumber informasi untuk mengidentifikasi sekolah yang membutuhkan bantuan. Sekolah yang tidak mengajukan secara langsung tetapi teridentifikasi melalui data Dapodik tetap dipertimbangkan.
Afirmasi Bantuan untuk Sekolah dengan Kondisi Mendesak
Pemerintah juga memberikan bantuan afirmasi kepada sekolah yang mengalami kondisi mendesak, seperti akibat bencana atau musibah yang menyebabkan kerusakan berat. Informasi mengenai kondisi tersebut bisa berasal dari masyarakat atau media. Jika menerima laporan terkait kondisi sekolah yang memerlukan penanganan segera, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menugaskan tim untuk melakukan verifikasi dan validasi kondisi di lapangan.
Tindak Lanjut Setelah Verifikasi
Setelah proses verifikasi dan validasi, pemerintah akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi sekolah tersebut. Abdul Muti menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang memang perlu dibantu segera akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










