Sharfina Buktikan Autisme Bukan Halangan Menunaikan Haji: Kisah Inspiratif dari Tanah Suci
Suara Pecari | Sharfina Diah Nuratika, seorang perempuan penyandang autisme asal Tangerang Selatan, berhasil menunaikan ibadah haji tahun ini bersama keluarganya. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjalankan kewajiban agama. Sharfina Buktikan Autisme Bukan Halangan Menunaikan Haji LPP RRI melalui perjuangan panjang yang penuh ketekunan dan dukungan keluarga.
Sharfina, yang kini berusia 30 tahun, telah didaftarkan oleh ibunya, Lilis Ardifiyanti, sejak tahun 2013. Pendaftaran dilakukan bersama seluruh anggota keluarga melalui Kementerian Agama. Selama 13 tahun masa tunggu, keluarga tidak tinggal diam. Mereka mempersiapkan Sharfina secara fisik dan mental agar mampu menghadapi keramaian dan rangkaian ibadah yang panjang.
Pengalaman umrah pada tahun 2008 menjadi bekal berharga. Saat itu, Sharfina mampu berinteraksi dengan banyak orang, menjalani tawaf dan sa’i tanpa hambatan berarti. Keberhasilan tersebut memotivasi keluarga untuk terus melatihnya. Lilis secara khusus melatih putrinya agar terbiasa berada di keramaian untuk mengurangi risiko tantrum saat berhaji.
“Alhamdulillah ternyata sampai sekarang dia berhasil melewati semuanya. Kami sekeluarga sangat bersyukur,” ujar Lilis penuh syukur. Selama pelaksanaan ibadah, keluarga memberikan pendampingan ekstra. Saat tawaf, Sharfina menggunakan sabuk pengaman yang terhubung dengan ibunya. Ayah dan kakak lelakinya turut mengawal dari belakang, memberikan rasa aman sepanjang perjalanan.
“Ternyata di dalam perjalanan, dia bisa melaksanakan semuanya dengan lancar. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Lilis. Kisah Sharfina Buktikan Autisme Bukan Halangan Menunaikan Haji LPP RRI mendapat apresiasi dari Komisi Nasional Disabilitas. Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Deka Kurniawan, menyatakan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam beribadah.
“Sebagai warga negara, dia punya hak yang sama. Fasilitas layanan haji harus inklusif untuk penyandang disabilitas,” tegas Deka. Keberhasilan Sharfina menjadi bukti ketekunan keluarga dan dukungan lingkungan. Kisahnya juga mengingatkan pentingnya layanan haji yang semakin ramah disabilitas.
Sharfina Buktikan Autisme Bukan Halangan Menunaikan Haji LPP RRI bukan sekadar judul berita, melainkan cerminan nyata bahwa dengan persiapan matang dan dukungan penuh, setiap individu dapat mencapai tujuan spiritualnya. Semoga kisah ini menginspirasi banyak pihak untuk terus mendukung inklusivitas dalam setiap aspek kehidupan, termasuk ibadah haji.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












