Telkomsel dan Republikorp Kembangkan Jaringan Komunikasi Pertahanan Modern
Suara Pecari | Telkomsel telah resmi menjalin kemitraan strategis dengan Republikorp melalui anak usahanya, Republik Technetronic Nusantara (RTN), untuk mengembangkan jaringan komunikasi yang aman. Kerja sama ini bertujuan mendukung komunikasi strategis nasional serta transformasi digital di sektor pertahanan.
Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, dan Direktur PT Republik Technetronic Nusantara, Rikza Nurhakim. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi teknologi komunikasi bagi pertahanan nasional.
Fokus utama pengembangan ini adalah menciptakan jaringan komunikasi yang aman dan resilien, mampu memenuhi kebutuhan operasional pertahanan modern, terutama di area dengan kompleksitas tinggi dan tantangan geografis yang beragam.
Stanislaus Susatyo menyatakan, “Kolaborasi ini adalah wujud komitmen Telkomsel dalam menyediakan solusi konektivitas yang andal untuk memenuhi berbagai kebutuhan strategis nasional.” Pernyataan ini disampaikan dalam acara penandatanganan yang berlangsung di Jakarta.
Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada pengembangan jaringan komunikasi, tetapi juga membuka peluang untuk kolaborasi dalam berbagai teknologi komunikasi pertahanan lainnya. Beberapa teknologi yang diincar meliputi Mobile Tactical Communication System, LTE tactical, hybrid communication system, dan pengembangan teknologi satelit.
Tujuan dari kolaborasi ini adalah memastikan konektivitas yang aman dan stabil di area operasi strategis serta daerah terpencil. Selain itu, inisiatif ini juga berpotensi untuk mencakup pengembangan sistem komunikasi darurat nasional dan infrastruktur dual-use untuk mendukung penanggulangan bencana serta keamanan nasional.
Telkomsel, sebagai bagian dari Telkom Group, terus memperkuat kapabilitas digitalnya melalui pengembangan solusi enterprise, Internet of Things (IoT), dan secure private network. Sementara itu, Republikorp berkomitmen untuk mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia dengan menggandeng produsen serta pemilik teknologi internasional dalam membangun lini produksi di dalam negeri melalui skema joint venture.
Kerja sama ini mencerminkan langkah proaktif dalam menciptakan sistem komunikasi yang lebih baik untuk mendukung kebutuhan strategis pertahanan Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











