Misi AWE NASA Selesai, Temukan Hubungan Cuaca Bumi dengan Ruang Angkasa

Misi AWE NASA Selesai, Temukan Hubungan Cuaca Bumi dengan Ruang Angkasa

Suara Pecari | NASA telah mengumumkan selesainya misi Atmospheric Waves Experiment (AWE) pada 21 Mei 2026, setelah lebih dari dua tahun pengumpulan data di luar angkasa. Misi ini berfokus pada studi gelombang gravitasi atmosfer yang berkontribusi pada fenomena cuaca antariksa.

AWE, yang dipasang di International Space Station pada November 2023, berfungsi untuk memantau gelombang besar yang muncul akibat cuaca ekstrem seperti badai dan tornado. Melalui analisis pancaran cahaya di atmosfer, instrumen ini mengamati bagaimana gelombang gravitasi tersebut dapat menjalar hingga mencapai batas luar angkasa.

Selama 30 bulan operasional, AWE berhasil mengumpulkan lebih dari 80 juta citra inframerah yang menggambarkan berbagai peristiwa cuaca ekstrem, termasuk Badai Helene yang terjadi di Florida pada September 2024. Temuan dari misi ini menunjukkan bahwa setiap jenis badai menghasilkan pola gelombang yang unik, memberikan wawasan baru tentang interaksi antara cuaca di Bumi dan atmosfer di atasnya.

Hasil pengamatan ini mengindikasikan bahwa dampak cuaca tidak terbatas pada atmosfer Bumi, melainkan juga memengaruhi kondisi di ruang angkasa. Gelombang gravitasi yang dihasilkan oleh peristiwa cuaca dapat berdampak pada satelit serta sistem komunikasi dan navigasi di luar angkasa.

Dengan berakhirnya misi ini, AWE akan dipersiapkan untuk dilepas dan dimuat ke dalam kapsul kargo SpaceX Dragon untuk dimusnahkan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memanfaatkan data yang telah dikumpulkan untuk memahami lebih dalam tentang hubungan kompleks antara atmosfer Bumi dan ruang angkasa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan