Cardano Ecosystem Terpa Badai: SecondFi Tutup, Jembatan Wanchain Dibobol, Namun ADA Justru Menguat
Suara Pecari, Ekosistem Cardano sedang menghadapi ujian berat setelah dua insiden keamanan besar mengguncang kepercayaan investor dalam waktu berdekatan. Namun, di tengah berita negatif tersebut, harga aset kripto Cardano (ADA) justru mencatat kenaikan tertinggi di antara aset kripto utama di Indonesia pada Rabu, 22 Juli 2026.
Insiden pertama menimpa SecondFi, dompet dan layanan keuangan terdesentralisasi yang menggantikan dompet Yoroi milik EMURGO. SecondFi mengumumkan penutupan permanen layanannya setelah mengalami eksploitasi pada 21-23 Juni 2026 yang mengakibatkan pencurian sekitar 16,1 juta ADA (senilai sekitar $2,6 juta) dari 374 dompet. Meskipun tim berhasil mengamankan 129 juta ADA sebelum sempat dikuasai penyerang, dan telah mengambil snapshot saldo pada 26 Juni untuk memproses pengembalian dana, keputusan untuk menutup layanan diambil karena “gravitasi peristiwa ini”.
Penyelidikan oleh firma keamanan Groom Lake yang dikontrak EMURGO mengungkapkan bahwa dua kelompok penyerang terlibat. Penyerang utama dideskripsikan sebagai “berdana besar, dengan indikator yang konsisten dengan aktivitas aktor ancaman profesional yang didukung negara”. Beberapa indikator bahkan dinilai memiliki potensi tumpang tindih dengan aktivitas kelompok Lazarus yang terkait Korea Utara. Celah keamanan telah diperbaiki, tetapi SecondFi dan dompet Yoroi tetap dihentikan. EMURGO sendiri telah mundur dari kelompok tata kelola Pentad Cardano untuk fokus pada pemulihan SecondFi.
Insiden kedua terjadi hanya beberapa hari sebelumnya, pada 21 Juli 2026, ketika jembatan Wanchain yang menghubungkan Cardano dan BNB Chain dieksploitasi. Seorang penyerang memanfaatkan kelemahan reuse tanda tangan (signature reuse) pada validator TreasuryCheck untuk menggembungkan jumlah token yang ditransfer. Dengan menggunakan tanda tangan yang sah untuk transfer 3.110 NIGHT, penyerang berhasil mencuri lebih dari 203 juta NIGHT dalam satu transaksi, dan total kerugian mencapai sekitar 515 juta NIGHT (senilai $13 juta). Token NIGHT milik proyek Midnight sempat jatuh ke rekor terendah $0,016 sebelum pulih 19% dalam 24 jam menjadi sekitar $0,022.
Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, menanggapi insiden Wanchain dengan menyebutnya sebagai “kasus hari Senin” dan menekankan bahwa semua perangkat lunak saat ini berada di bawah serangan besar-besaran, termasuk karena penemuan kerentanan berbasis AI. Ia menyerukan reformasi infrastruktur jembatan dengan mengadopsi sistem zero-knowledge (ZK) seperti yang digunakan Midnight, yang menggantikan kepercayaan pada operator jembatan dan multisig dengan bukti kriptografis.
Meskipun dua berita negatif membayangi ekosistem Cardano, data dari bursa kripto Indonesia CFX menunjukkan bahwa pada 22 Juli 2026, indeks CFX10 melesat 1,07% ke level 787,16. Aset kripto ADA memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,68% menjadi Rp3.128. Hal ini menunjukkan bahwa investor mungkin membedakan antara insiden pada aplikasi pihak ketiga dengan fundamental jaringan Cardano itu sendiri. Cardano sebagai blockchain layer-1 tidak terpengaruh langsung oleh kedua eksploitasi tersebut; SecondFi dan jembatan Wanchain adalah layanan yang dibangun di atasnya.
Kesimpulannya, ekosistem Cardano memang mengalami guncangan keamanan yang serius melalui peretasan SecondFi dan jembatan Wanchain, yang mengakibatkan kerugian jutaan dolar dan penutupan layanan. Namun, respons cepat dari tim proyek, keterlibatan firma keamanan, serta seruan untuk perbaikan infrastruktur menunjukkan upaya untuk memperkuat ekosistem. Yang menarik, harga ADA justru menunjukkan ketahanan dengan mencatat kenaikan tertinggi di antara aset kripto utama di Indonesia, menandakan bahwa kepercayaan investor terhadap jaringan Cardano sebagai platform tetap bertahan di tengah badai.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.







