Citroën C3 Lawan Arus, Berani Tampil Retro di Tengah Persaingan EV Modern
Suara Pecari, Jakarta – Citroën Indonesia menghadirkan konsep personalisasi retro pada mobil listrik e-C3 di GIIAS 2026. Langkah ini menunjukkan keberanian brand Prancis tersebut untuk tampil beda di tengah gempuran mobil listrik modern yang cenderung futuristik.
Mengusung filosofi Citroën Advanced Comfort, perusahaan ingin mendekatkan diri dengan konsumen melalui produk, layanan, dan pengalaman kepemilikan yang relevan. Di pameran otomotif tahunan ini, Citroën membawa tiga model andalan: e-C3, C3, dan C3 Aircross SUV. Ketiganya tetap mempertahankan DNA kenyamanan, desain unik, serta teknologi sederhana namun fungsional untuk penggunaan harian.
Desain Retro yang Mencuri Perhatian
Yang paling menarik perhatian adalah Citroën e-C3 dengan konsep personalisasi bergaya retro. Desainnya terinspirasi dari mobil legendaris Citroën 2CV, terlihat dari warna Neo Vert Jade pada eksterior, jok bermotif Woven Cloth, dan pelek klasik dengan chrome hubcap. Tampilan sampingnya semakin klasik berkat pelek retro.
Ferdinan Hendra, Sales Marketing Division Head Citroën Indonesia, mengatakan bahwa e-C3 yang ditampilkan merupakan eksplorasi konsep personalisasi kendaraan dengan sentuhan retro. “Kami ingin menginspirasi pelanggan untuk mengekspresikan gaya mereka melalui kendaraan, tanpa mengurangi kenyamanan yang menjadi DNA Citroën,” ujarnya.
Spesifikasi dan Performa
Citroën e-C3 hadir sebagai SUV listrik 5-seater dengan baterai 29,2 kWh, output tenaga 56 dk, dan jarak tempuh maksimum sekitar 320 km. Meski berdesain klasik, mobil ini tetap mengusung kombinasi warna hitam dan aksen silver yang memberikan kesan modern.
Layanan dan Promo
Selama GIIAS 2026, Citroën memberikan berbagai promo menarik, mulai dari gratis bensin, bunga kredit mulai 0%, hingga program “Beli Sekarang, Cicilan Tahun Depan” dengan tenor hingga 7 tahun. Semua program ini bertujuan memudahkan kepemilikan mobil Citroën.
Kehadiran Citroën di GIIAS 2026 juga menjadi langkah penting untuk memperkuat eksistensi brand di Indonesia. Jaringan diler telah mencapai 52 titik di berbagai kota, dengan jaminan ketersediaan suku cadang dalam 1×24 jam dan layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) 24 jam.
Melalui kombinasi produk yang lengkap, konsep personalisasi yang unik, dan layanan purna jual yang solid, Citroën semakin serius menjadi bagian dari perkembangan mobilitas di Indonesia. Satu hal yang pasti, kenyamanan tetap menjadi nilai utama yang tidak ditinggalkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










