Pemasangan Ratusan PJU Smart System di Pasuruan: Langkah Maju Menuju Kota Cerdas
Suara Pecari, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perhubungan akan memulai pemasangan 358 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis smart system mulai pekan depan. Proyek senilai Rp11 miliar yang bersumber dari APBD 2026 ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sistem penerangan jalan yang modern, efisien, dan responsif. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, menyatakan bahwa pemasangan dipercepat dari jadwal semula atas instruksi Bupati Rusdi agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Latar Belakang dan Urgensi Proyek
Kebutuhan akan penerangan jalan yang andal di ruas Sukorejo-Bangil semakin mendesak mengingat tingginya volume kendaraan dan mobilitas masyarakat. Jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa kecamatan dan sering digunakan pada malam hari. Sebelumnya, banyak titik lampu konvensional yang sering padam dan membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki, karena masih mengandalkan laporan warga. Dengan sistem pintar ini, Dinas Perhubungan berharap dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas serta mengurangi potensi kriminalitas jalanan.
Detail Proyek PJU Smart System
Berikut adalah rincian proyek pemasangan PJU Smart System di Kabupaten Pasuruan:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Jumlah Titik | 358 unit |
| Lokasi | Ruas Sukorejo-Bangil |
| Anggaran | Rp11 miliar (APBD 2026) |
| Mulai Pengerjaan | Minggu pertama Agustus 2026 (pekan depan) |
| Target Penyelesaian | 90 hari kerja (perkiraan) |
| Sistem | Smart system dengan kendali otomatis dan pusat monitoring |
Cara Kerja PJU Smart System
Digdo menjelaskan, sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan manusia untuk deteksi awal. Setiap lampu dilengkapi sensor yang dapat mendeteksi kondisi padam, kerusakan, atau penurunan performa. Sinyal gangguan langsung dikirim ke pusat kendali (command center) melalui jaringan komunikasi nirkabel. Petugas akan menerima notifikasi secara real-time sehingga bisa segera menindaklanjuti.
Keunggulan sistem ini meliputi:
- Deteksi dini kerusakan tanpa perlu laporan warga.
- Pemeliharaan yang lebih cepat dan tepat sasaran.
- Pemantauan konsumsi energi secara real-time.
- Kemampuan penjadwalan otomatis berdasarkan tingkat pencahayaan alami.
- Integrasi dengan sistem smart city yang lebih luas di masa depan.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Pemasangan PJU smart system diharapkan membawa dampak positif yang signifikan. Pertama, peningkatan keselamatan lalu lintas di malam hari, terutama di titik-titik rawan kecelakaan. Kedua, penurunan angka kriminalitas jalanan karena penerangan yang optimal membuat pelaku kejahatan lebih mudah terlihat. Ketiga, efisiensi biaya operasional dan pemeliharaan karena kerusakan dapat segera ditangani tanpa harus menunggu laporan.
Dari sisi pemerintah, proyek ini menjadi pilot project dalam pengembangan smart city di Kabupaten Pasuruan. Keberhasilan implementasi dapat menjadi model bagi daerah lain di Jawa Timur maupun nasional. Selain itu, penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) pada lampu jalan membuka peluang untuk pengembangan layanan publik berbasis data, seperti pengaturan lalu lintas cerdas dan manajemen energi terpadu.
Kronologi dan Tahapan Pengerjaan
Berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan, proyek ini direncanakan sejak awal tahun 2026, namun baru mendapat persetujuan anggaran pada Juni 2026. Pekerjaan fisik akan dimulai pekan depan dengan prioritas pada titik-titik yang paling krusial. Proses pengadaan material dan kontraktor telah rampung, dan tim teknis sudah melakukan survei lapangan. Tahapan pemasangan meliputi:
- Pemasangan tiang dan panel surya (opsional tergantung desain).
- Instalasi modul sensor dan komunikasi.
- Konfigurasi jaringan pusat kendali.
- Uji coba sistem secara bertahap.
- Operasional penuh setelah semua titik terverifikasi.
Tidak ada kata mundur. Proyek ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk tidak hanya mengejar ketertinggalan infrastruktur, tetapi juga melompat ke era digital. Dengan sistem pintar yang responsif, malam di Sukorejo-Bangil tak lagi gelap tanpa kepastian — setiap titik cahaya adalah jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi ribuan pengguna jalan setiap harinya. Semoga langkah ini menjadi awal dari transformasi smart city yang lebih luas di Bumi Unggulan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










