Muti Bicara AI Teknologi Penting, tapi Manusia yang Menentukan

Muti Bicara AI Teknologi Penting, tapi Manusia yang Menentukan

Suara Pecari – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, menegaskan bahwa meskipun kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) merupakan teknologi penting yang kian berkembang, peran manusia tetap menjadi penentu utama dalam pemanfaatannya. Pernyataan ini disampaikan saat acara Pelepasan Peserta Program Magang Luar Negeri Guru SMK 2026 di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (19/2026).

Peran AI dan Manusia dalam Perkembangan Teknologi

Abdul Muti mengakui bahwa AI akan mengubah banyak aspek kehidupan dan sangat dibutuhkan untuk masa depan. Namun, ia menekankan bahwa teknologi hanya alat; manusia yang mengendalikan dan menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan dalam berbagai bidang.

Dalam penjelasannya, Muti mengutip buku How AI Will Change Our World yang menggambarkan bagaimana AI akan membuat dunia semakin bergantung pada teknologi ini. Buku tersebut juga menegaskan kehebatan AI dan dampaknya pada kehidupan manusia.

Batasan Kecerdasan Buatan

Meskipun AI mampu menjelaskan penyebab penyakit dan menawarkan cara mengatasinya, AI tidak dapat menggantikan peran manusia dalam penelitian dan pengembangan solusi. Abdul Muti mencontohkan bahwa AI hanya bisa menjelaskan dan menarasikan, tetapi tidak melakukan riset atau tindakan nyata dalam mencari solusi, seperti pengobatan kanker.

Manusia Sebagai Faktor Penentu

Menurut Mendikdasmen, posisi manusia tetap krusial dalam perkembangan teknologi yang pesat. Kecerdasan dan kemampuan manusia menjadi faktor utama dalam menentukan arah dan pemanfaatan teknologi AI agar memberikan manfaat maksimal bagi kehidupan.

“Makanya di buku itu dijelaskan betapa AI yang memang akan mengubah banyak hal dalam kehidupan kita. Tapi manusia lah yang paling menentukan di atas semua capaian dan kemajuan teknologi yang ada sekarang ini,” ujar Muti.

Relevansi dan Implikasi bagi Pendidikan

Pernyataan Mendikdasmen ini memiliki relevansi penting dalam konteks pendidikan, khususnya dalam persiapan guru dan peserta magang luar negeri SMK yang akan menghadapi era digital dan teknologi maju. Pendidikan harus membekali generasi muda dengan kemampuan kritis dan kreatif agar dapat mengelola teknologi dengan bijak dan inovatif.

Dengan pemahaman yang tepat tentang peran teknologi dan manusia, diharapkan generasi penerus mampu mengoptimalkan AI sebagai alat bantu tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi kunci kemajuan berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *