Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan Dalam Tas

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan Dalam Tas

Suara PecariHandphone yang digunakan untuk tethering sebaiknya tidak disimpan dalam tas saat dalam kondisi menyala karena berisiko mengalami panas berlebih hingga kebakaran baterai. Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh thermal runaway pada baterai lithium-ion.

Apa itu Thermal Runaway?

Thermal runaway adalah kondisi ketika sel baterai lithium-ion mengalami pemanasan yang tidak terkendali. Hal ini terjadi ketika panas yang dihasilkan lebih cepat daripada kemampuan baterai untuk membuang panas tersebut. Akibatnya, membran tipis di dalam baterai dapat rusak dan memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas, asap, hingga api.

Berbeda dengan kebakaran biasa, api dari baterai lithium-ion merupakan api kimia yang sulit dipadamkan dengan alat pemadam konvensional karena reaksi kimia terus berlanjut secara otomatis.

Mengapa Handphone Tethering Bisa Panas?

Penggunaan handphone secara terus-menerus untuk tethering membuat perangkat bekerja berat membagikan koneksi internet ke perangkat lain. Proses ini menghasilkan panas yang cukup tinggi. Jika handphone kemudian disimpan di dalam tas yang memiliki sirkulasi udara terbatas, panas tidak dapat keluar dengan baik sehingga suhu baterai meningkat drastis.

Kondisi ini bisa diperparah jika handphone disimpan bersama perangkat lain yang juga menghasilkan panas, sehingga akumulasi suhu menjadi lebih tinggi dan meningkatkan risiko thermal runaway.

Risiko Pengisian Daya Saat Tethering

Alfons juga mengingatkan bahwa penggunaan handphone untuk tethering sambil diisi daya, terutama dengan power bank, meningkatkan risiko panas berlebih. Jika kedua perangkat disimpan bersama dalam tas tertutup, panas dari keduanya dapat terakumulasi dan memicu kebakaran.

Apabila salah satu baterai mengalami thermal runaway, api yang dihasilkan bisa dengan cepat menyambar perangkat lain yang berdekatan, memperbesar potensi bahaya.

Perlunya Fitur Proteksi Suhu pada Handphone

Perangkat modern biasanya dilengkapi dengan fitur proteksi yang dapat mematikan otomatis saat suhu baterai terlalu tinggi. Namun, handphone model lama atau tanpa fitur ini lebih rentan terhadap risiko thermal runaway saat digunakan intensif.

Pentingnya Menghindari Penyimpanan dalam Tas

Kejadian dua handphone meledak di dalam tas penumpang KRL Rawa Buntu pada 17 September 2026 menjadi peringatan penting. Tas yang tertutup rapat menghambat pelepasan panas, sehingga meningkatkan risiko baterai terbakar saat handphone tethering menyala.

Berbeda dengan transportasi udara yang memiliki aturan ketat terkait penyimpanan baterai dan power bank, transportasi kereta masih menghadapi tantangan dalam pengawasan risiko ini.

Rekomendasi Penggunaan Handphone Tethering

  • Hindari menyimpan handphone yang sedang tethering dalam tas tertutup.
  • Pastikan handphone memiliki fitur proteksi suhu, terutama auto shutdown saat overheat.
  • Jangan gunakan handphone untuk tethering sambil diisi daya, terutama dengan power bank dalam tas tertutup.
  • Berikan ruang sirkulasi udara yang cukup agar panas dapat terbuang dengan baik.
  • Perhatikan suhu perangkat dan hentikan penggunaan jika terasa sangat panas.

Dengan memahami risiko dan mengikuti rekomendasi ini, pengguna dapat mengurangi potensi bahaya kebakaran baterai akibat thermal runaway pada handphone tethering.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *