Doa Bersama di Dusun Lider, Embung Baru Diharapkan Jadi Penopang Ekonomi Warga
BANYUWANGI. Warga Dusun Lider, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, menggelar tasyakuran dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan embung di wilayah mereka, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat, kelompok tani, serta perwakilan pemerintah desa dan Dinas PU Pengairan. Suasana berlangsung sederhana namun penuh kebersamaan, mencerminkan harapan besar warga terhadap keberadaan embung tersebut.
Ketua HIPPA Tritunggal Jaya, Kastur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan embung. Ia menilai, proyek tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang hingga pembangunan embung ini bisa terealisasi. Semoga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, khususnya petani, untuk jangka panjang,” ujarnya.
Selain itu, Kastur juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembangunan terdapat kekurangan di lapangan.
“Apabila dalam prosesnya ada kesalahan atau kekurangan dari kami, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” tambahnya.
Perwakilan Dinas PU Pengairan, Rizky, menjelaskan bahwa pembangunan embung beserta saluran pendukung telah selesai dan kini memasuki tahap operasional. Ia menegaskan bahwa pengelolaan selanjutnya akan dilakukan bersama dengan masyarakat.
“Pembangunan fisik embung dan salurannya sudah selesai. Selanjutnya operasional dan pemeliharaan akan dilakukan bersama, dengan koordinasi dari dinas melalui pihak terkait di wilayah ini,” jelasnya.
Rizky juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fungsi embung.
“Embung ini harus kita rawat bersama agar tidak terjadi kerusakan dan manfaatnya bisa terus dirasakan,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dusun Lider, Sutiono, mengungkapkan bahwa keberadaan embung memiliki arti penting bagi kehidupan warga. Selain mendukung pertanian, masyarakat selama ini juga sangat bergantung pada aliran sungai untuk kebutuhan energi.
“Selama ini warga memanfaatkan aliran sungai untuk menggerakkan generator sebagai sumber listrik. Karena sampai sekarang wilayah Lider belum teraliri listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara),” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan embung dapat memberikan manfaat lebih luas, sekaligus mendorong perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Dengan adanya embung ini, kami berharap bisa bermanfaat untuk pertanian dan kebutuhan lainnya. Kami juga berharap ada dukungan lanjutan, termasuk untuk akses listrik dan infrastruktur pendukung,” tambahnya.
Di balik kegiatan tasyakuran tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat terhadap keberlanjutan manfaat embung. Berdasarkan data di lapangan, embung ini berpotensi mengairi sekitar 636 hektare lahan persawahan di wilayah bawah.
Selain itu, warga juga melihat peluang pengembangan lain, seperti pemanfaatan energi berbasis air serta potensi wisata desa yang dapat dikembangkan ke depan.
Namun demikian, masyarakat berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah, termasuk penyediaan jaringan pipa dan akses listrik, agar manfaat embung dapat dirasakan lebih maksimal.
Sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan fungsi embung ini, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Lider.







