Empat Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Garahan Ditemukan Meninggal Dunia
JEMBER – Upaya pencarian terhadap korban hanyut di Sungai Garahan, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari pencarian, korban bernama Buyang (44), warga Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (30/4/2026) siang.
Korban ditemukan sekitar pukul 13.50 WIB di aliran sungai wilayah Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, atau sejauh kurang lebih 4,8 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI/Polri, Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember, serta relawan potensi SAR langsung melakukan proses evakuasi.
Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI menuju Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah di RSU dr. Soebandi Jember untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Setelah dievakuasi dari sungai di wilayah Sumberjati, korban langsung kami bawa ke RSU dr. Soebandi menggunakan ambulans jenazah PMI,” ujar Faiturahman, Staf Penanggulangan Bencana PMI Jember.
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama oleh tim gabungan yang sejak awal terlibat dalam operasi pencarian. Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke instansi masing-masing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban berpamitan kepada keluarga untuk mandi di Sungai Garahan. Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali, sehingga keluarga menduga ia terseret arus sungai.
Sejak laporan diterima, tim gabungan melakukan pencarian intensif dengan menyisir aliran sungai selama empat hari. Pencarian akhirnya berakhir setelah korban ditemukan di aliran Sungai Sumberjati.
Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah duka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di aliran sungai, terutama saat kondisi arus tidak menentu.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







