Swiss A330 aborts takeoff in Delhi after engine fire injures six

Swiss A330 aborts takeoff in Delhi after engine fire injures six

Suara Pecari | Pesawat Swiss International Air Lines berbadan Airbus A330 terpaksa menghentikan prosedur lepas landas di Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi, ketika api muncul pada salah satu mesinnya.

Insiden terjadi pada pukul 09.15 waktu setempat, saat pesawat masih berada dalam fase akselerasi pada landasan 06R.

Saat alarm kebakaran berbunyi, awak kabin segera mengaktifkan prosedur evakuasi darurat dan menyiapkan penumpang untuk prosedur evakuasi darurat.

Keenam penumpang dilaporkan mengalami luka ringan akibat terpapar asap atau jatuh saat evakuasi, dan mereka langsung dirawat di rumah sakit terdekat.

Pilot utama memberi pernyataan singkat kepada menara kontrol, menyebutkan adanya indikasi kebakaran pada mesin nomor dua dan meminta izin untuk menghentikan lepas landas.

Petugas bandara menyatakan bahwa mereka berhasil menghentikan pesawat dengan aman, sehingga tidak terjadi kerusakan struktural pada landasan.

Tim pemadam kebakaran bandara tiba dalam hitungan menit, memadamkan api dengan menggunakan busa pemadam khusus untuk mesin pesawat.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim teknik melakukan inspeksi visual pada mesin sebelum menilai kelayakan pesawat untuk perbaikan lebih lanjut.

Swiss International Air Lines mengumumkan bahwa penerbangan yang direncanakan akan dibatalkan dan penumpang akan diberikan pilihan pengembalian dana atau penjadwalan ulang.

Direktur Operasional Swiss, Klaus Meyer, menyatakan bahwa keselamatan penumpang dan awak menjadi prioritas utama, dan bahwa investigasi mendalam akan dilakukan bersama otoritas penerbangan India.

Otoritas Penerbangan Sipil India (DGCA) membuka penyelidikan resmi untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran mesin serta mengevaluasi prosedur darurat yang diterapkan.

Menurut data DGCA, kecelakaan serupa dengan kebakaran mesin pada fase take‑off jarang terjadi, namun prosedur evakuasi yang cepat dapat meminimalkan cedera.

Insiden ini menambah daftar peristiwa terkait Airbus A330 di jaringan global, termasuk kasus kebakaran mesin pada maskapai lain dalam lima tahun terakhir.

Sejumlah analis industri mencatat bahwa usia rata‑rata armada A330 yang beroperasi di Asia masih di bawah 15 tahun, dan bahwa pemeliharaan rutin menjadi faktor kunci dalam mencegah kegagalan mesin.

Dalam konteks yang lebih luas, Airbus baru‑baru ini mengumumkan inovasi pada varian Beluga XL, di mana penurunan kokpit menjadi solusi teknik untuk menampung muatan yang lebih besar.

Desain kokpit yang lebih rendah pada Beluga XL memungkinkan integrasi muatan berskala besar tanpa mengorbankan keseimbangan aerodinamis pesawat.

Para insinyur Airbus menjelaskan bahwa tantangan utama adalah memastikan kekuatan struktural sambil tetap menjaga efisiensi bahan bakar.

Keberhasilan solusi pada Beluga XL menunjukkan kemampuan Airbus dalam mengatasi masalah teknik kompleks, meski tidak langsung terkait dengan insiden A330 di Delhi.

Namun, peristiwa di Delhi mengingatkan industri akan pentingnya inspeksi mesin secara menyeluruh, terutama pada fase kritis seperti take‑off.

Tim teknis Swiss melaporkan bahwa mesin yang terkena kebakaran akan dipindahkan ke fasilitas perbaikan khusus untuk analisis kerusakan mendalam.

Jika hasil analisis menunjukkan kegagalan komponen tertentu, kemungkinan akan ada rekomendasi perbaikan atau penarikan komponen serupa dari armada global.

Pada hari berikutnya, maskapai lain yang mengoperasikan rute serupa melaporkan penundaan karena peninjauan ulang prosedur keamanan di bandara tersebut.

Penumpang yang mengalami luka ringan telah dinyatakan stabil setelah perawatan awal, dan tidak ada laporan cedera serius.

Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa asap tebal keluar dari mesin sebelum tim pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api.

Penerbangan lain yang dijadwalkan pada jam yang sama mengalami penundaan, namun tidak terpengaruh langsung oleh insiden kebakaran.

Otoritas bandara menegaskan bahwa seluruh prosedur evakuasi dan penanganan kebakaran berjalan sesuai standar ICAO.

Swiss International Air Lines menambahkan bahwa mereka akan meningkatkan inspeksi preventif pada armada A330 mereka setelah investigasi selesai.

Insiden ini menyoroti pentingnya koordinasi antara maskapai, otoritas bandara, dan tim pemadam kebakaran dalam mengatasi situasi darurat.

Dengan menutup artikel, kondisi penumpang yang terluka tetap dipantau, sementara penyelidikan mendalam terus berlanjut untuk memastikan keselamatan penerbangan di masa depan.

Tinggalkan Balasan