Putin Janjikan Dukungan Rusia untuk Iran dalam Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi

Putin Janjikan Dukungan Rusia untuk Iran dalam Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi

Suara Pecari | Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di St. Petersburg pada Senin, 27 April 2026, dan menegaskan akan memberikan dukungan penuh kepada Tehran.

Pertemuan itu berlangsung di Istana Kremlin, di mana kedua pemimpin membahas situasi geopolitik Timur Tengah yang semakin tegang setelah serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap instalasi Iran.

Putin menyatakan bahwa rakyat Iran sedang menghadapi “masa sulit” dan ia berharap negara itu dapat melewati tantangan tersebut dengan damai.

Dia menambahkan Rusia siap menjadi mediator, termasuk menawarkan penyimpanan uranium terperkaya Iran sebagai upaya meredakan ketegangan, meski tawaran itu belum diterima Washington.

Presiden Rusia juga menyampaikan bahwa ia baru saja menerima pesan pribadi dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang mengucapkan terima kasih atas dukungan Moskow.

Hubungan strategis kedua negara semakin menguat setelah penandatanganan perjanjian kemitraan 20‑tahun pada 2025, yang mencakup kerja sama militer, energi, dan teknologi.

Rusia kini tengah membangun dua unit reaktor baru di Pembangkit Nuklir Bushehr, satu‑satunya fasilitas nuklir Iran, sementara Tehran memasok drone Shahed untuk operasi di Ukraina.

Araghchi menanggapi dengan mengucapkan terima kasih atas komitmen Moskow, menegaskan bahwa kerja sama strategis akan terus ditingkatkan dalam bidang pertahanan dan energi.

Serangan baru-baru ini oleh Amerika Serikat dan Israel menambah kekhawatiran tentang eskalasi konflik, dan Rusia secara tegas mengutuk tindakan militer tersebut.

Putin menegaskan bahwa Rusia akan melakukan segala yang berada dalam kemampuannya untuk melayani kepentingan Iran dan seluruh rakyat kawasan, demi tercapainya perdamaian secepat mungkin.

Araghchi mengunjungi Oman dan Pakistan sebelum tiba di Rusia, sebagai bagian dari tur diplomatik yang bertujuan memperkuat aliansi regional melawan tekanan Barat.

Kunjungan itu juga dimaksudkan untuk meninjau kembali proses perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat, yang sempat terhenti setelah kegagalan perundingan di Islamabad.

Para analis menilai peran Rusia dapat menjadi faktor penyeimbang, mengingat Moskow memiliki hubungan historis dengan Tehran dan kemampuan mediasi yang relatif independen.

Meski demikian, keberhasilan upaya mediasi masih tergantung pada respons Amerika Serikat terhadap tawaran penyimpanan uranium dan kesiapan kedua belah pihak untuk berkompromi.

Secara keseluruhan, pernyataan Putin menegaskan komitmen Rusia untuk memperkuat hubungan strategis dengan Iran dan berkontribusi pada stabilitas regional, sekaligus menambah dinamika diplomatik di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan