PMI Jember Gaet Pendonor Pemula, Siswa SMAN Pakusari Jember Ikuti Aksi Donor Darah

Ricky Sulivan
Siswa SMAN Pakusari Jember Ikuti Aksi Donor Darah

JEMBER — Upaya menjaga ketersediaan stok darah terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) melalui regenerasi pendonor, termasuk menyasar kalangan pelajar, santri, hingga komunitas usia minimal 17 tahun.

Langkah tersebut juga dilakukan PMI Kabupaten Jember dengan menggandeng siswa SMAN Pakusari dalam kegiatan donor darah yang digelar pada Selasa pagi (28/4/2026). Aksi kemanusiaan ini diikuti oleh siswa, guru, hingga staf tata usaha di lingkungan sekolah.

Kepala SMAN Pakusari, Sandi Suwandi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa.

“Kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk menanamkan jiwa kemanusiaan kepada siswa. Setetes darah yang diberikan sangat berarti bagi keselamatan orang lain,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk empati sosial, kegiatan tersebut juga menjadi kontribusi nyata sekolah dalam membantu menjaga stok darah di PMI Kabupaten Jember agar tetap aman.

Meski antusiasme peserta cukup tinggi, tidak seluruh pendaftar dapat mendonorkan darahnya. Dari total 40 peserta yang mendaftar, hanya 22 orang yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan oleh tim medis PMI.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyampaikan bahwa proses seleksi kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas darah yang didonorkan tetap terjaga.

“PMI memiliki tanggung jawab memastikan ketersediaan sekaligus kualitas darah bagi masyarakat. Karena itu, edukasi kepada pendonor pemula terus kami lakukan agar kesadaran donor darah semakin meningkat,” jelasnya.

Sebelumnya, PMI Kabupaten Jember juga telah menggelar sosialisasi donor darah bagi pemula. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman terkait manfaat kesehatan donor darah, sekaligus menjelaskan syarat dan prosedur yang harus dipenuhi calon pendonor.

Melalui langkah ini, diharapkan muncul generasi pendonor baru yang tidak hanya peduli, tetapi juga aktif berkontribusi dalam aksi kemanusiaan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan