BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Luncurkan Fitur Antrean Online di Lapak Asik
Suara Pecari – 07 April 2026 | BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi meluncurkan pembaruan layanan digital Lapak Asik dengan fitur antrean online yang dapat diakses mulai 1 April 2026. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi waktu tunggu dan mempermudah peserta dalam mengajukan klaim.
Fitur baru memungkinkan peserta memilih antara layanan video call atau kunjungan langsung ke kantor cabang, sesuai kebutuhan masing‑masing. Sistem secara otomatis menampilkan jadwal kedatangan atau estimasi waktu pelayanan bagi yang memilih datang fisik.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Ocky Olivia, menjelaskan inovasi ini diharapkan memperluas akses layanan yang lebih terstruktur dan merata. Ia menekankan bahwa peserta tidak lagi harus datang sejak subuh atau menunggu lama di loket.
Selain pengajuan klaim, Lapak Asik kini juga dapat dipakai untuk mengirim pertanyaan, mendapatkan informasi program, atau menyampaikan pengaduan terkait jaminan sosial ketenagakerjaan. Semua interaksi dilakukan tanpa kontak fisik, meminimalkan risiko penyebaran penyakit.
Proses klaim melalui Lapak Asik dimulai dengan mengakses laman resmi, mengisi data identitas seperti nomor KPJ, NIK, nama lengkap, email, telepon, dan rekening bank. Peserta kemudian mengunggah dokumen persyaratan yang sesuai dengan jenis klaim yang diajukan.
Setelah data terverifikasi, sistem mengeluarkan barcode antrean yang dikirimkan ke email dan nomor telepon terdaftar beserta estimasi waktu pelayanan. Peserta dapat menampilkan barcode tersebut saat tiba di kantor atau saat melakukan video call.
Layanan ini mencakup klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM), serta manfaat lain yang dapat dicairkan dalam bentuk tunai. Dana yang dibayarkan berasal dari akumulasi iuran peserta dan hasil pengembangan investasinya.
Ocky menambahkan bahwa pembaruan ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menyediakan layanan publik yang profesional, responsif, dan dapat diandalkan. Ia menekankan pentingnya modernisasi layanan jaminan sosial berbasis digital untuk menyesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Transformasi digital ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong layanan publik berbasis teknologi informasi. BPJS Ketenagakerjaan berencana melanjutkan pengembangan fitur digital lain di masa mendatang.
Antrean online diharapkan mengurangi kepadatan di kantor cabang, terutama pada jam sibuk, sehingga petugas dapat melayani peserta secara lebih fokus. Pengurangan antrian fisik juga mendukung upaya penurunan biaya operasional.
Pengguna Lapak Asik melaporkan pengalaman yang lebih nyaman karena tidak perlu menunggu lama atau mengatur perjalanan jauh. Feedback positif ini menjadi indikator keberhasilan implementasi sistem baru.
Sistem keamanan data peserta juga diperkuat dengan enkripsi dan protokol otentikasi ganda, mengurangi risiko kebocoran informasi pribadi. BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan pihak TI terkemuka untuk memastikan kepatuhan regulasi.
Pada tahap awal, layanan ini tersedia untuk wilayah Banyuwangi, namun rencana ekspansi ke provinsi lain sedang dipertimbangkan. Keberhasilan pilot di Banyuwangi akan menjadi acuan bagi penerapan nasional.
Penambahan fitur video call memungkinkan peserta yang berada di luar kota tetap dapat berkonsultasi langsung dengan petugas. Hal ini membuka peluang layanan yang lebih inklusif bagi pekerja migran.
Walaupun layanan digital memudahkan banyak orang, BPJS tetap menyediakan layanan konvensional bagi peserta yang belum familiar dengan teknologi. Pilihan ganda ini menjaga keseimbangan antara inovasi dan inklusivitas.
Pemerintah daerah Banyuwangi menyambut baik inisiatif tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan sosial. Dinas Tenaga Kerja setempat berjanji mendukung sosialisasi agar masyarakat lebih cepat beradaptasi.
Analisis pihak independen memperkirakan bahwa digitalisasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dapat meningkatkan efisiensi hingga 30 persen dalam jangka lima tahun. Peningkatan ini diharapkan menurunkan biaya administrasi dan mempercepat pencairan manfaat.
Dengan peluncuran fitur antrean online, BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan serta menjawab kebutuhan peserta secara cepat dan terpercaya. Ke depan, inovasi serupa diharapkan menjadi standar layanan nasional.






