Penertiban 13 Rumah Dinas oleh Lanud Muljono: Upaya Penuhi Kebutuhan Hunian Prajurit Aktif di Surabaya

Penertiban 13 Rumah Dinas oleh Lanud Muljono: Upaya Penuhi Kebutuhan Hunian Prajurit Aktif di Surabaya

Suara Pecari | Lanud Muljono di Surabaya menertibkan 13 rumah dinas yang masih dikuasai purnawirawan pada Senin 27 April 2026.

Penertiban ini dilakukan setelah teridentifikasi adanya kekurangan tempat tinggal bagi ratusan prajurit aktif.

Dari sekitar 500 personel, lebih dari 100 anggota belum memiliki rumah dinas dan terpaksa tinggal di kontrakan.

Komandan Lanud Muljono, Kolonel Pnb Ahmad Mulyono, menegaskan bahwa keterbatasan hunian menghambat operasional satuan.

“Bagaimana kami bisa melaksanakan operasional maksimal kalau tempat tinggal tidak mencukupi,” ujar Mulyono.

Dia menambahkan bahwa rumah dinas khusus dialokasikan bagi prajurit aktif, terutama anggota baru.

Dalam proses penertiban, tiga rumah telah diserahkan secara sukarela oleh penghuni lama.

Sembilan rumah lainnya masih dalam tahap penertiban, sementara satu rumah masih dalam pembicaraan.

Target Lanud Muljono adalah menyelesaikan seluruh proses penertiban dalam pekan ini.

Penertiban ini mencerminkan kebijakan militer yang melarang purnawirawan menempati fasilitas yang diperuntukkan bagi personel aktif.

Regulasi internal TNI mengatur bahwa rumah dinas menjadi hak eksklusif prajurit yang sedang bertugas.

Purnawirawan yang terlibat menunjukkan sikap kooperatif dengan menyerahkan kunci secara damai.

Krisis perumahan militer merupakan tantangan nasional, mengingat pertumbuhan jumlah anggota baru setiap tahun.

Pemerintah daerah Jawa Timur juga melaporkan proyek pembangunan jembatan di Ponorogo sebagai upaya infrastruktur yang sedang berjalan.

Upaya infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Setelah penertiban selesai, diperkirakan ratusan prajurit aktif akan memperoleh hunian yang layak.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan moral dan kinerja operasional satuan di wilayah Surabaya.

Pejabat setempat menyatakan komitmen terus memperbaiki kesejahteraan prajurit melalui penyediaan fasilitas dasar yang memadai.

Penertiban 13 rumah dinas menandai langkah konkret dalam mengatasi defisit perumahan militer di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan