Kampus Diminta Aktif Bangun Dapur MBG, Bagi Proyek untuk Masyarakat
Suara Pecari | Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar resmi mengumumkan bahwa pembangunan dapur MBG memerlukan biaya sekitar dua miliar rupiah.
Angka tersebut mencakup konstruksi, peralatan dapur, serta sistem distribusi makanan bergizi bagi mahasiswa dan masyarakat sekitarnya.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa investasi ini sejalan dengan misi universitas untuk memperluas dampak sosial melalui layanan gizi gratis.
Ia menambahkan bahwa dapur MBG akan menjadi pusat produksi makanan sehat yang dapat diakses oleh warga miskin di wilayah Makassar.
Dapur MBG Unhas merupakan satu-satunya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di tingkat perguruan tinggi yang mengelola program makan bergizi gratis secara terintegrasi.
Keberadaan SPPG diharapkan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, lansia, serta tenaga kerja informal di sekitarnya.
Pemerintah pusat dan daerah telah mengeluarkan kebijakan yang mendorong kampus lain untuk meniru model Unhas dalam pembangunan dapur MBG.
Kebijakan tersebut mencakup alokasi dana, pelatihan teknis, serta mekanisme pembagian proyek kepada institusi pendidikan yang berminat.
Dalam rapat koordinasi terbaru, perwakilan kementerian menegaskan perlunya partisipasi aktif kampus dalam merencanakan, membangun, dan mengoperasikan dapur MBG.
Mereka juga menyoroti pentingnya pembagian proyek secara adil, agar setiap universitas dapat berkontribusi sesuai kapasitas dan potensi daerahnya.
Unhas menyambut baik panggilan tersebut dan berencana membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi lain melalui program pertukaran staf dan mahasiswa.
Program tersebut akan mencakup kunjungan lapangan, workshop pengelolaan gizi, serta studi banding mengenai efisiensi operasional dapur.
Menurut data internal, dapur MBG Unhas diproyeksikan dapat menyajikan lebih dari 1.500 porsi makanan bergizi setiap harinya.
Produksi tersebut akan didukung oleh sumber bahan baku lokal, sehingga menggerakkan ekonomi petani dan nelayan di Sulawesi Selatan.
Rektor Jompa menekankan bahwa integritas, inovasi, dan kepedulian sosial menjadi nilai utama dalam pelaksanaan proyek ini.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan dapur MBG tidak hanya terletak pada pendanaan, melainkan pada komitmen berkelanjutan seluruh civitas akademika.
Sejak berdiri pada 1956, Unhas telah memainkan peran penting dalam pendidikan tinggi Indonesia, dan kini menambah portofolio kontribusi sosial melalui dapur MBG.
Dengan dukungan pemerintah, sektor swasta, serta partisipasi aktif kampus lain, diharapkan jaringan dapur MBG dapat berkembang menjadi pola nasional yang mengurangi angka stunting.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







