Turis India Tertangkap Curi Fasilitas Kamar di Asvara Resort Ubud
Suara Pecari – 23 April 2026 | Empat turis asal India diketahui mencoba membawa pulang barang-barang hotel saat check‑out di Asvara Resort, Ubud, pada 19 April 2026. Kejadian itu terungkap setelah staf resort menemukan handuk, hair dryer, remote TV, dan perlengkapan lain di dalam koper tamu.
Para tamu tersebut menginap selama tiga hari dua malam mulai 16 April di dua kamar yang dipesan. Saat proses check‑out, petugas menemukan sejumlah barang hotel yang tidak termasuk milik tamu dan segera menghentikan prosedur keluar.
Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, menyatakan pihak hotel melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. “Kami menerima laporan dari manajemen hotel dan segera melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Polisi mengonfirmasi bahwa barang-barang yang diambil meliputi handuk mandi, handuk kolam, hair dryer, kimono, keset, remote TV, serta peralatan makan. Semua barang tersebut masih dalam kondisi baik dan belum dijual kembali.
Setelah petugas memeriksa koper, empat turis India tersebut tidak mengemukakan keberatan. Mereka kemudian diminta untuk mengembalikan semua barang yang diambil sebelum proses check‑out dapat dilanjutkan.
Manajemen Asvara Resort memilih menyelesaikan masalah secara damai melalui mediasi, sehingga tidak ada laporan resmi ke pengadilan. Kedua belah pihak sepakat bahwa barang-barang hotel akan dikembalikan dan tidak ada tuntutan hukum lebih lanjut.
Insiden ini menjadi sorotan di media sosial setelah video pendek yang memperlihatkan aksi turis tersebut beredar luas. Video tersebut menampilkan petugas resort menahan koper dan menyatakan penemuan barang curian.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pencurian di tempat akomodasi wisata dapat berakibat pada tindakan pidana jika tidak diselesaikan secara damai. “Kami tetap memantau situasi dan siap menindak jika diperlukan,” tambah Suardita.
Kasus ini menambah daftar insiden serupa yang melibatkan wisatawan asing di Bali, meski jumlahnya masih relatif kecil dibanding total kunjungan turis. Pemerintah daerah menekankan pentingnya edukasi kepada pelancong mengenai aturan dan etika menginap.
Asvara Resort berjanji meningkatkan prosedur inspeksi barang pada saat check‑out untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Hotel tersebut juga menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan pihak keamanan lokal.
Pengunjung lain yang menyaksikan insiden ini mengungkapkan rasa prihatin dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Mereka menilai tindakan cepat staf hotel sebagai contoh respons profesional.
Dengan penyelesaian yang terjadi melalui mediasi, kasus ini berakhir tanpa proses peradilan, namun tetap menjadi peringatan bagi pelancong untuk menghormati properti fasilitas akomodasi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







