Kepala SPPG Kaliwates Minta Maaf Terkait Dugaan Keracunan Makanan

Kepala SPPG Kaliwates Minta Maaf Terkait Dugaan Keracunan Makanan

Suara Pecari | Kepala Sekolah Pusat Pendidikan dan Pelatihan Guru (SPPG) Kaliwates 3, Ahmad Farid Anam, menyampaikan permohonan maaf atas insiden dugaan keracunan makanan yang dialami oleh siswa Taman Kanak-Kanak di wilayahnya.

Dalam pernyataannya yang disampaikan pada Kamis, 21 Mei 2026, Farid mengungkapkan rasa penyesalannya dan berharap peristiwa tersebut tidak terjadi lagi. Ia menjelaskan bahwa pihak SPPG segera mengambil tindakan setelah menerima laporan mengenai siswa yang mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG.

Farid melanjutkan bahwa tim SPPG dibagi untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang terlibat, termasuk membawa mereka ke rumah sakit dan puskesmas terdekat. “Kami telah membawa beberapa siswa ke RS Kaliwates dan Puskesmas Jember Kidul. Alhamdulillah, semua sudah ditangani oleh dokter dan perawat, dan tidak ada yang perlu dirawat inap,” ujarnya.

Baca juga:

Farid juga mengungkapkan bahwa orang tua siswa telah memberikan kabar positif mengenai kondisi anak-anak mereka, yang semakin membaik. “Kami mendapatkan informasi bahwa semua sudah enak, makan enak, dan BAB juga lancar,” ujarnya.

Baca juga:

Ia berharap agar semua siswa yang terdampak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. “Insya Allah, kita doakan bersama agar mereka cepat sembuh dan bisa pulang,” ungkapnya.

Baca juga:

Farid menegaskan bahwa biaya pengobatan bagi siswa yang tidak memiliki BPJS akan ditanggung oleh pihak SPPG sebagai bentuk tanggung jawab. “Kami akan menanggung biaya pengobatan mereka. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami,” tegasnya.

Baca juga:

Sebagai langkah lanjutan, pihak SPPG juga melakukan investigasi internal untuk menemukan penyebab kejadian tersebut. Farid menyebutkan bahwa tim dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan kepolisian telah mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga:

Dengan langkah-langkah yang diambil, pihak SPPG berharap insiden serupa tidak akan terulang di masa depan dan semua siswa dapat kembali bersekolah dengan aman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan