Rekrutmen Bintara PK TNI AU 2026: Syarat dan Jadwal Pendaftaran
Suara Pecari | Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung sebagai Bintara PK Pria dan Wanita Gelombang II/A-58 Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran dimulai pada 18 Mei hingga 20 Juni 2026 melalui situs resmi rekrutmen TNI AU, sebagai langkah penguatan pertahanan udara nasional.
TNI AU bertugas menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seleksi akan dilakukan secara daring, dengan lokasi seleksi tingkat pusat di Lanud Adi Soemarmo yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus 2026.
Jadwal penting rekrutmen Bintara PK TNI AU 2026 mencakup pendaftaran online dari 18 Mei hingga 20 Juni, seleksi tingkat pusat pada 7 hingga 27 Agustus, dan pendidikan pertama yang dimulai pada 29 Agustus. Pendidikan bagi peserta pria akan dilakukan di Skadik 402, sedangkan untuk wanita di Skadik 401.
Peserta yang berhasil lulus pendidikan akan diangkat menjadi Bintara PK TNI AU dengan pangkat Sersan Dua atau Serda. Untuk mengikuti rekrutmen ini, terdapat syarat umum yang harus dipenuhi, antara lain harus merupakan Warga Negara Indonesia, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat jasmani dan rohani, serta tidak memiliki catatan kriminal.
Batas usia peserta juga ditentukan sesuai dengan jenjang pendidikan. Lulusan diploma tiga maksimal berusia 25 tahun, sedangkan lulusan SMA dan SMK harus berusia minimal 17 tahun sembilan bulan dan maksimal 24 tahun pada saat pendidikan dimulai.
TNI AU membuka banyak formasi bagi lulusan diploma tiga dari berbagai bidang, termasuk Teknik Informatika, Teknik Aeronautika, dan Akuntansi. Selain itu, lulusan SMA, MA, dan SMK dari semua jurusan juga dapat mendaftar, termasuk jalur khusus bagi lulusan SMK Angkasa Yasarini.
Ketentuan tambahan untuk peserta adalah belum menikah, bersedia tidak menikah selama pendidikan dan dua tahun setelah lulus, serta memiliki BPJS aktif. Peserta juga tidak boleh buta warna, bertato, atau bertindik, dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
TNI AU menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi. Informasi lebih lanjut mengenai dokumen persyaratan dan lokasi panitia daerah dapat diakses melalui laman resmi rekrutmen TNI AU.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











