WNI yang Ditahan Militer Israel Alami Trauma Fisik

WNI yang Ditahan Militer Israel Alami Trauma Fisik

Suara Pecari | Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 mengalami pengalaman traumatis setelah dicegat dan ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Para relawan sebelumnya berlayar dalam misi solidaritas kemanusiaan bagi warga Gaza, namun misi tersebut dihentikan setelah militer Israel mengintersep kapal mereka di kawasan Mediterania Timur dan membawa para relawan secara paksa ke wilayah Israel.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut langsung kepulangan para relawan WNI dan memastikan pemerintah memberikan pendampingan kepada mereka. Sugiono menyampaikan rasa syukur karena seluruh WNI dapat kembali ke tanah air dalam keadaan selamat, meskipun sebagian mengalami trauma dan cedera fisik akibat tindakan kekerasan aparat militer Israel.

Relawan Republika dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Bambang Noroyono alias Abeng mengaku bersyukur dapat kembali ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarga. Abeng juga mengungkapkan bahwa beberapa relawan lainnya mengalami cedera serius.

Thoudy Badai, relawan dari Republika sekaligus GPCI, menyebut tindakan militer Israel sebagai penculikan yang dilakukan di luar prosedur hukum internasional. Thoudy menyatakan bahwa para relawan mendapat perlakuan tidak manusiawi selama masa penahanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan