Ahli Ingatkan Masyarakat Cermat Membaca Label Makanan Kaleng
Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Makanan kaleng menjadi salah satu pilihan praktis bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang setiap harinya. Namun, ahli teknologi pangan Applied Science Foundation, Daisy Irawan, mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat membaca label makanan kaleng sebelum mengonsumsinya.
Daisy menjelaskan bahwa proses pengalengan tepat membantu menjaga keamanan pangan tanpa tambahan bahan pengawet berlebihan bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk memahami informasi gizi pada kemasan sebelum mengonsumsi makanan kaleng secara rutin setiap harinya.
Makanan kaleng berbahan alami sebenarnya tetap aman dikonsumsi apabila diproses sesuai standar keamanan pangan berlaku. Daisy menilai pengalengan membantu menjaga kualitas bahan segar sehingga kebutuhan penggunaan formalin atau pengawet tambahan dapat dikurangi.
Produk sarden kalengan juga memiliki manfaat gizi karena duri ikan menjadi lunak setelah pengolahan berlangsung. Kandungan kalsium pada tulang dan duri ikan bermanfaat bagi lansia yang jarang mengonsumsi susu harian.
Namun, Daisy mengingatkan masyarakat tetap membatasi konsumsi makanan kaleng agar asupan natrium harian tidak berlebihan bagi kesehatan. Ia mengatakan bahwa kadar sodium tinggi berisiko meningkatkan hipertensi terutama apabila dikombinasikan bersama berbagai makanan instan lainnya sehari-hari.
Sebelumnya, perdebatan mengenai makanan kaleng ramai diperbincangkan warganet setelah dikaitkan dengan kategori ultra-processed food atau UPF. Faktanya, produk makanan kaleng tetap melewati pengawasan keamanan pangan sehingga risiko kesehatannya relatif dapat dikendalikan dengan baik.
Maka dari itu, masyarakat perlu memahami informasi gizi pada kemasan dan membatasi konsumsi makanan kaleng agar asupan natrium harian tidak berlebihan bagi kesehatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












