Menguak Siapa Don Ritto: Dari Pengacara Hingga Tersangka Korupsi yang Guncang Kejagung
Suara Pecari, JAKARTA – Publik masih bertanya-tanya, don ritto siapa sebenarnya? Sosok yang namanya tiba-tiba mencuat dalam pusaran kasus korupsi PT Asabri, Krakatau Steel, dan batu bara ini bukanlah figur asing di dunia hukum. Don Ritto, yang memiliki nama sapaan Idon, adalah seorang advokat dan adik kelas mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Fakultas Hukum Universitas Jambi. Kini, keduanya sama-sama berstatus tersangka dalam perkara yang mengguncang Kejaksaan Agung.
Untuk menjawab don ritto siapa, perlu ditelusuri jejak persahabatannya dengan Febrie. Mereka dikenal dekat sejak kuliah, bahkan menjalin kemitraan bisnis. Don Ritto juga tercatat sebagai Bendahara Ikatan Alumni Universitas Jambi periode 2022–2026, sementara Febrie menjadi Ketua Dewan Penasihat. Hubungan erat ini pula yang diduga menjadi pintu masuk bagi dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang kini menjerat mereka.
Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menyebut kliennya menjadi korban fitnah. Dalam keterangannya usai Don Ritto resmi ditahan di Rutan C7 Kejagung, Jumat (17/7/2026), Handika menuding Ferry Boboho sebagai “biang kerok” yang memicu semua masalah. “Fery Boboho sudah enggak ada hubungan dengan persoalan kafe. Biang kerok dia. Semua kemelut ini sumbernya dari dia,” ujar Handika. Ia juga mempertanyakan pemeriksaan Ferry yang dinilainya fiktif karena belum pernah dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) resmi.
Mempertanyakan don ritto siapa sebenarnya juga berarti menyelami peranannya dalam kasus ini. Don Ritto disebut sebagai pihak swasta yang diduga terlibat dalam pengelolaan dana korupsi. Salah satu bukti yang menjadi sorotan adalah penggeledahan di sebuah rumah kawasan Sentul, Bogor, yang menyita 74 kilogram emas batangan, uang tunai jutaan dolar AS dan Singapura, serta dokumen penting. Kubu Don Ritto mengklaim rumah tersebut dipinjam untuk yayasan yang dikelolanya, sementara kubu Febrie membantah kepemilikan emas tersebut.
“Rumah Sentul itu bukan milik Febrie, melainkan dipinjam klien kami untuk yayasan,” tegas Handika. Namun, penyidik Polri telah memastikan keaslian emas 74 kg tersebut berdasarkan uji laboratorium FBI, Secret Service, dan Pegadaian. Polemik ini menambah daftar panjang misteri seputar don ritto siapa dan bagaimana ia bisa terlibat dalam tiga kasus besar sekaligus.
Don Ritto kini telah dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Kejagung bersama barang bukti berupa 8 koper, 2 boks kontainer, dan sebuah brankas berisi emas serta uang tunai. Dalam sehari, ia harus berganti baju tahanan dari oranye (Polda Metro) menjadi rompi pink khas tahanan Kejagung. Langkah tertunduknya saat memasuki gedung bundar Jampidsus menjadi gambaran betapa beratnya beban hukum yang dihadapinya.
Kesimpulan: Di balik pertanyaan don ritto siapa, tersimpan kisah persahabatan yang berujung pada jeruji besi. Kasus ini tidak hanya mengungkap dugaan korupsi dan pencucian uang, tetapi juga menunjukkan betapa eratnya jaringan antara penegak hukum dan pengusaha. Publik masih menanti pembuktian di persidangan untuk menjawab siapa sebenarnya aktor di balik skandal yang mengguncang negeri ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










