Pemko Padang Panjang Dukung Penuh Percepatan Tol Sicincin-Bukittinggi

Pemko Padang Panjang Dukung Penuh Percepatan Tol Sicincin-Bukittinggi

Suara Pecari, Pemerintah Kota Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh percepatan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Hendri Arnis dalam rapat koordinasi persiapan pembangunan yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan para pemangku kepentingan di Kantor Kejati Sumbar, Selasa 14 Juni 2026. Rapat ini menjadi momentum penting untuk mengatasi berbagai kendala yang selama ini menghambat proyek strategis nasional tersebut.

Latar Belakang Proyek Tol Sicincin-Bukittinggi

Jalan Tol Padang-Pekanbaru merupakan salah satu proyek prioritas nasional yang dirancang untuk menghubungkan Sumatera Barat dengan Provinsi Riau. Seksi Sicincin-Bukittinggi menjadi bagian vital yang akan memperpendek waktu tempuh antara Padang dan Bukittinggi, serta membuka akses lebih cepat ke kawasan wisata dan sentra produksi pertanian di dataran tinggi. Proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional, menekan biaya logistik, dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Namun, sejak perencanaan awal, proyek ini dihadapkan pada sejumlah persoalan kompleks, terutama terkait pembebasan lahan dan penetapan trase. Polemik sengketa tanah ulayat dan kekhawatiran dampak lingkungan sempat memperlambat progres. Rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Dedi Tri Hariadi ini menjadi forum untuk menyatukan persepsi dan mencari solusi final.

Komitmen Pemko Padang Panjang

Wali Kota Hendri Arnis menyampaikan bahwa ruas tol yang melintasi Kota Padang Panjang memiliki panjang sekitar 4,45 kilometer. Hingga saat ini, tidak terdapat kendala berarti di wilayah tersebut. “Pemerintah Kota siap mendukung seluruh proses sesuai kewenangan agar pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Hendri menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, aparat penegak hukum, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan PT Hutama Karya harus terus diperkuat. Ia berharap proyek ini dapat segera terealisasi sesuai jadwal, karena tol bukan hanya mempercepat konektivitas, tetapi juga membuka peluang investasi dan meningkatkan sektor perdagangan, pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat.

Peran Kejati Sumbar dan Penyelesaian Polemik

Kepala Kejati Sumbar Dedi Tri Hariadi menekankan pentingnya dukungan penuh dari seluruh kepala daerah yang wilayahnya dilintasi tol. “Saya berharap seluruh bupati dan wali kota yang wilayahnya dilalui trase jalan tol memberikan dukungan penuh. Pembangunan ini akan mendorong kemajuan perekonomian masyarakat Sumatera Barat dan merupakan wujud kecintaan kita terhadap daerah,” ujar Dedi.

Ia juga memastikan bahwa berbagai persoalan yang sebelumnya menghambat telah dibahas melalui koordinasi lintas instansi. “Kita satu tim, teamwork yang solid dan utuh. BPN bersama Kasi Datun akan turun langsung memastikan seluruh status tanah benar-benar clear and clean sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan,” katanya.

Poin Penting Hasil Rapat Koordinasi

  • Trase jalan tol dipastikan tidak lagi melintasi kawasan Kubang Putih, Kabupaten Agam, menyelesaikan polemik yang berlarut.
  • Lokasi exit toll di Padang Panjang telah disepakati melalui desain baru yang lebih optimal dan tidak bermasalah.
  • Proses ganti untung pembebasan lahan akan dilakukan secara transparan untuk menghindari sengketa hukum dan masalah tanah ulayat.
  • Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu.

Dukungan DPR RI dan Harapan Andre Rosiade

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menekankan pentingnya transparansi dalam proses ganti untung pembebasan lahan. Ia juga menyampaikan bahwa dua persoalan utama telah menemukan titik terang. “Polemik Kubang Putih sudah selesai. Trase yang baru tidak lagi melewati kawasan tersebut. Begitu juga exit toll Padang Panjang sudah memiliki solusi baru yang tidak bermasalah. Mari kita dukung bersama agar pembangunan segera berjalan,” ujarnya.

Menurut Andre, kehadiran jalan tol akan membuka konektivitas baru antara Sumatera Barat dan Riau, sehingga distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat, biaya logistik lebih efisien, serta meningkatkan kunjungan wisatawan. “Kalau Padang terhubung ke Pekanbaru, hasil pertanian Sumbar lebih mudah dipasarkan ke Riau. Sebaliknya, masyarakat Riau akan semakin mudah berwisata ke Sumbar. Perputaran ekonomi yang tercipta akan sangat besar dan manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat Sumatera Barat,” jelasnya.

Dampak dan Implikasi bagi Sumatera Barat

Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Sumatera Barat. Berikut adalah beberapa dampak utama:

AspekDampak
KonektivitasWaktu tempuh Padang-Bukittinggi turun drastis, mempercepat distribusi barang dan jasa.
PariwisataAkses lebih mudah ke objek wisata seperti Lembah Anai, Ngarai Sianok, dan Jam Gadang, meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
PertanianHasil pertanian seperti kopi, sayuran, dan buah-buahan dapat dipasarkan ke Riau dan Sumatera Utara dengan biaya logistik lebih rendah.
InvestasiInfrastruktur yang lebih baik menarik investor untuk mengembangkan kawasan industri dan perumahan di sepanjang koridor tol.

Selain itu, proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru selama konstruksi dan operasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah yang dilintasi.

Sinergi Multi-Pihak

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU Dedy Gunawan, Kepala Kantor Wilayah BPN Sumbar Teddi Guspriadi, Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Bupati Agam Benny Warlis, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyukseskan proyek.

Dengan adanya koordinasi yang semakin solid, diharapkan pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi dapat segera dimulai dan rampung tepat waktu. Proyek ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kemajuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat dalam mewujudkan konektivitas yang lebih baik.

Pemerintah Kota Padang Panjang, bersama seluruh pemangku kepentingan, bertekad untuk terus mendorong percepatan proyek ini. Dukungan penuh dari masyarakat, terutama dalam hal pembebasan lahan, menjadi kunci kelancaran pembangunan. Dengan semangat gotong royong, Tol Sicincin-Bukittinggi diyakini akan menjadi pengungkit ekonomi yang membawa kesejahteraan bagi generasi mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *