Berbekal Pengalaman 40 Tahun, Mbah Supar Ikut Bangun Talud TMMD di Dukuh Bulu

Berbekal Pengalaman 40 Tahun, Mbah Supar Ikut Bangun Talud TMMD di Dukuh Bulu

Suara Pecari, Ponorogo – Semangat gotong royong kembali terpatri dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802 Ponorogo. Di Dukuh Bulu, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, seorang warga lanjut usia bernama Supar, atau akrab disapa Mbah Supar, menjadi bukti nyata bahwa usia bukanlah halangan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Di usianya yang ke-75 tahun, Mbah Supar turun langsung sebagai tukang dalam pembangunan talud jalan, berbekal pengalaman lebih dari 40 tahun sebagai tukang bangunan.

Mbah Supar: Tukang Senior dengan Segudang Pengalaman

Mbah Supar bukanlah wajah baru di dunia konstruksi. Pria kelahiran 1951 ini memulai karir sebagai tukang bangunan pada tahun 1979 di Jakarta. Selama puluhan tahun, ia mengasah keterampilannya di ibu kota sebelum kemudian melanjutkan pekerjaannya di Surabaya pada era 1980-an. Pengalaman panjang itu membuatnya mahir dalam berbagai aspek pembangunan, termasuk pemasangan batu talud yang membutuhkan ketelitian dan kekuatan.

Dalam proyek TMMD kali ini, Mbah Supar tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi juga menjadi pengarah bagi warga lain yang mungkin kurang berpengalaman. Ia dengan sabar menunjukkan cara menyusun pasangan batu yang benar agar talud kokoh dan tahan lama. “Saya bersyukur talud jalan ini akhirnya dibangun. Kalau tidak segera dibuat, jalan ini pasti akan tergerus air sungai saat musim penghujan,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Pentingnya Talud bagi Infrastruktur Desa

Pembangunan talud di Dukuh Bulu bukanlah proyek tanpa alasan. Jalan desa yang berada di tepi sungai seringkali rawan longsor dan tergerus arus air, terutama saat musim hujan. Tanpa adanya penahan seperti talud, badan jalan bisa ambles dan membahayakan pengguna jalan. Mbah Supar memahami betul urgensi ini. Menurutnya, talud yang dibangun dengan baik akan melindungi jalan dari erosi dan memperpanjang umur infrastruktur.

Kepedulian Mbah Supar terhadap kondisi jalan desa juga didorong oleh rasa memiliki terhadap lingkungannya. Ia tinggal di Dukuh Bulu sejak lahir dan menyaksikan sendiri bagaimana jalan rusak akibat banjir tahunan. “Dulu setiap hujan deras, jalan ini becek dan berlubang. Anak-anak susah ke sekolah, warga susah ke sawah. Sekarang dengan adanya talud, semoga masalah itu selesai,” tambahnya.

Gotong Royong: Tradisi yang Tak Luntur

Pembangunan talud di Dukuh Bulu dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat bersama personel Satgas TMMD ke-129 dari Lanud Iswahjudi yang dipimpin Sertu Mugiyono. Semangat kebersamaan ini menjadi kunci suksesnya program TMMD yang mengusung konsep pembangunan partisipatif. Warga dari berbagai usia, termasuk Mbah Supar, bahu-membahu mengangkat batu, mencampur semen, dan menyusun talud.

Kehadiran Mbah Supar menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia membuktikan bahwa semangat gotong royong tidak boleh luntur meski zaman terus berubah. “Yang penting hati senang. Kalau sedang susah, ya dibuat senang. Karena rasa senang atau susah itu berasal dari diri kita sendiri,” tuturnya, berbagi kiat tetap sehat dan produktif di usia senja.

Dampak dan Manfaat Pembangunan Talud

Pembangunan talud ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi warga Dukuh Bulu. Selain melindungi jalan dari kerusakan, talud juga akan memperlancar akses transportasi dan distribusi hasil pertanian. Desa Bulu Lor yang sebagian besar warganya bekerja sebagai petani akan merasakan manfaat langsung. Jalan yang mulus akan memudahkan mereka membawa hasil panen ke pasar tanpa khawatir jalan rusak.

Selain itu, proyek ini juga memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat. Melalui TMMD, TNI tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga terlibat langsung dalam pembangunan desa. Hal ini sejalan dengan doktrin kewilayahan TNI AD yang menekankan peran aktif dalam pembangunan nasional.

Kronologi dan Data Proyek TMMD ke-129

Berikut adalah data terkait pembangunan talud di Dukuh Bulu:

AspekDetail
LokasiDukuh Bulu, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Ponorogo
ProgramTNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129
Satuan TugasKodim 0802 Ponorogo, Lanud Iswahjudi
Pimpinan SatgasSertu Mugiyono
Jenis PembangunanTalud jalan penahan erosi sungai
Volume PekerjaanSepanjang 50 meter, tinggi 2 meter
Waktu PelaksanaanJuli 2026 (masa TMMD ke-129)

Kiat Sehat ala Mbah Supar

Di sela-sela pekerjaannya, Mbah Supar berbagi tips menjaga kesehatan di usia senja. Menurutnya, kunci utama adalah kebahagiaan hati. Ia selalu berusaha berpikir positif dan menikmati setiap momen, termasuk saat bekerja keras. Selain itu, ia juga rajin berolahraga ringan seperti jalan kaki setiap pagi dan menjaga pola makan dengan mengonsumsi sayuran dari kebun sendiri.

Mbah Supar juga menekankan pentingnya tetap produktif. “Jangan sampai pensiun dari kehidupan. Selagi mampu, lakukan hal yang bermanfaat. Bekerja tidak hanya untuk uang, tapi untuk kesehatan jiwa dan raga,” pesannya.

Harapan untuk Masa Depan

Pembangunan talud di Dukuh Bulu diharapkan menjadi awal dari perbaikan infrastruktur desa secara menyeluruh. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan TNI terus bersinergi untuk membangun desa-desa lain yang membutuhkan. Mbah Supar sendiri berharap anak cucunya kelak dapat menikmati jalan yang lebih baik dan tidak mengalami kesulitan seperti generasi sebelumnya.

Kisah Mbah Supar adalah cerminan bahwa semangat gotong royong dan pengabdian tidak mengenal usia. Di tengah arus modernisasi, nilai-nilai luhur seperti ini harus terus dilestarikan. Dengan kerja sama semua pihak, Indonesia yang lebih baik bukanlah mimpi belaka.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *