Kilas Balik Sejarah Lengkap Pembangunan RSUD M Thohir hingga Diresmikan Presiden

Kilas Balik Sejarah Lengkap Pembangunan RSUD M Thohir hingga Diresmikan Presiden

Suara Pecari | Ketahui Sejarah Lengkap Pembangunan RSUD M Thohir hingga Diresmikan Presiden LPP RRI menjadi sorotan nasional. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir di Krui, Lampung, resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 10 Juni 2026. Peresmian ini menandai peningkatan layanan dan fasilitas rumah sakit yang menjadi bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terpencil Indonesia.

Untuk memahami perjalanan panjangnya, Ketahui Sejarah Lengkap Pembangunan RSUD M Thohir hingga Diresmikan Presiden LPP RRI. Rumah sakit ini mulai dibangun pada tahun 2015 menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung. Tahap pertama pembangunan selesai pada 2016, dan rumah sakit mulai beroperasi pada 2017 dengan status tipe D. Saat itu, kapasitas dan layanan masih terbatas, sehingga banyak kasus penyakit berat harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

Kabupaten Pesisir Barat, tempat rumah sakit ini berada, memiliki tantangan geografis yang besar. Wilayah ini jauh dari pusat layanan kesehatan utama di Provinsi Lampung. Warga yang membutuhkan layanan spesialis harus menempuh perjalanan panjang menuju Bandar Lampung atau rumah sakit lain di Lampung Barat, dengan waktu tempuh mencapai beberapa jam melalui jalur darat yang berkelok dan rawan longsor. Kondisi ini sering menjadi kendala bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat, dan biaya transportasi serta jarak tempuh yang jauh menjadi beban tambahan bagi masyarakat.

Pemerintah pusat kemudian menjadikan RSUD KH Muhammad Thohir sebagai prioritas dalam program pemerataan layanan kesehatan nasional. Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo, Kementerian Kesehatan menjalankan program pembangunan dan peningkatan kualitas 66 rumah sakit daerah di seluruh Indonesia. RSUD KH Muhammad Thohir termasuk salah satu yang dipilih dalam program tersebut, didasarkan pada kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah yang jauh dari pusat rujukan. Tujuan utamanya adalah mendekatkan layanan spesialis kepada masyarakat.

Transformasi besar dimulai pada Mei 2025, sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick wins sektor kesehatan. Pembiayaan berasal dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak lebih dari Rp150 miliar. Transformasi tidak hanya berupa pembangunan gedung baru, tetapi juga peningkatan kapasitas layanan medis dan pelengkapan teknologi kesehatan modern. Proyek selesai pada akhir 2025, dan status rumah sakit meningkat dari tipe D menjadi tipe C.

Menjelang pertengahan 2026, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa sejumlah rumah sakit dalam program 66 RSUD telah selesai dibangun. RSUD KH Muhammad Thohir menjadi salah satu yang paling siap beroperasi, sehingga dipilih sebagai lokasi kunjungan kerja Presiden Prabowo. Peresmian langsung oleh Presiden menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.

Dengan peresmian ini, masyarakat Pesisir Barat dan sekitarnya kini memiliki akses lebih baik ke layanan kesehatan modern. Ketahui Sejarah Lengkap Pembangunan RSUD M Thohir hingga Diresmikan Presiden LPP RRI memberikan gambaran tentang upaya pemerintah dalam mewujudkan keadilan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kesimpulannya, perjalanan RSUD M Thohir dari rumah sakit tipe D dengan keterbatasan fasilitas hingga menjadi rumah sakit tipe C yang modern adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam memeratakan layanan kesehatan. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan spesialis, tetapi juga mengurangi beban biaya dan waktu tempuh yang selama ini menjadi kendala utama. Dengan hadirnya fasilitas yang lebih lengkap, diharapkan angka rujukan ke luar daerah dapat menurun secara signifikan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.