BGN Bantah Tuduhan Pembagian Keuntungan MBG kepada Presiden: Ini Hoaks

BGN Bantah Tuduhan Pembagian Keuntungan MBG kepada Presiden: Ini Hoaks

Suara Pecari | Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tegas membantah informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan mengenai dugaan pembagian keuntungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden. Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026, Kepala BGN Nanik S. Deyang menyatakan bahwa narasi tersebut adalah hoaks dan tidak pernah disampaikan melalui saluran komunikasi resmi lembaga. Ia juga menegaskan bahwa namanya dicatut secara tidak bertanggung jawab dalam pesan yang beredar. “Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan,” ujar Nanik.

Kronologi Penyebaran Hoaks

Informasi palsu ini pertama kali terdeteksi pada awal pekan ini, ketika sejumlah akun media sosial dan grup WhatsApp menyebarkan pesan yang mengklaim bahwa BGN telah menyetujui pembagian keuntungan MBG sebesar 20% kepada Presiden. Pesan tersebut juga menyertakan kutipan yang dikaitkan dengan Kepala BGN. BGN segera melakukan penelusuran internal dan menemukan bahwa tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan terkait hal tersebut. Hingga saat ini, BGN belum mengidentifikasi sumber pertama penyebaran hoaks, namun lembaga tersebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menindaklanjuti penyebaran informasi menyesatkan ini.

Dampak dan Implikasi

Penyebaran hoaks semacam ini berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah dan ibu hamil. Jika kepercayaan publik terganggu, partisipasi masyarakat dalam program ini bisa menurun, sehingga menghambat pencapaian target gizi nasional. Selain itu, pencatutan nama pejabat publik seperti yang dilakukan dalam hoaks ini dapat merusak reputasi individu dan lembaga. BGN mengingatkan bahwa praktik semacam ini kerap digunakan untuk membangun narasi provokatif di ruang digital.

Data dan Fakta Program MBG

AspekDetail
Tujuan ProgramMemberikan makanan bergizi gratis kepada anak sekolah dan ibu hamil untuk menurunkan angka stunting dan malnutrisi.
SasaranAnak usia sekolah (SD-SMA) dan ibu hamil di seluruh Indonesia, dengan prioritas daerah tertinggal dan perbatasan.
AnggaranBersumber dari APBN dan dikelola secara transparan oleh BGN bersama pemerintah daerah.
MekanismePenyediaan makanan oleh unit layanan yang telah terverifikasi, diawasi oleh BGN dan dinas terkait.
PengawasanMelibatkan BPKP, Inspektorat, dan masyarakat melalui mekanisme pengaduan.

Pernyataan Resmi BGN

Nanik menegaskan bahwa seluruh informasi resmi BGN hanya disampaikan melalui keterangan pers, situs resmi, dan akun media sosial terverifikasi. Informasi yang beredar di luar kanal tersebut tidak dapat dijadikan rujukan resmi. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital dan mengedepankan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada pihak lain. “Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Langkah Konkret BGN

  • Melaporkan akun penyebar hoaks ke Kementerian Komunikasi dan Digital untuk ditindaklanjuti.
  • Mengeluarkan klarifikasi resmi melalui semua kanal komunikasi BGN.
  • Memperkuat literasi digital masyarakat melalui kampanye bersama dengan organisasi masyarakat sipil.
  • Meningkatkan transparansi pengelolaan program MBG dengan audit berkala yang dapat diakses publik.

Penutup

Di tengah derasnya arus informasi digital, hoaks seperti tuduhan pembagian keuntungan MBG menjadi pengingat bahwa verifikasi adalah kunci. BGN berkomitmen untuk terus menjalankan tugasnya memberikan pelayanan gizi terbaik bagi masyarakat, tanpa terganggu oleh narasi-narasi provokatif yang tidak berdasar. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Dengan kerja sama semua pihak, ruang digital Indonesia dapat menjadi lebih sehat dan informatif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.