Mulai Juli, KA Rajabasa Tawarkan Fasilitas Lebih Nyaman dengan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi
Suara Pecari | PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Mulai 4 Juli 2026, KA Rajabasa yang melayani rute Kertapati–Tanjungkarang (PP) akan mengoperasikan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap tingginya minat masyarakat serta masukan pelanggan yang mendambakan perjalanan lebih nyaman di lintas Lampung–Sumatera Selatan.
Latar Belakang Peningkatan Layanan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa peningkatan ini dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, operasional, dan kualitas pelayanan. “KAI mendengarkan masukan pelanggan KA Rajabasa. Kami memahami harapan masyarakat terhadap perjalanan yang lebih nyaman, terjangkau, dan tetap andal,” kata Anne, Selasa, 16 Juni 2026.
KA Rajabasa merupakan layanan kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) yang didukung pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Dengan tarif Rp32.000 untuk relasi terjauh Kertapati–Tanjungkarang, layanan ini menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat Lampung dan Sumatera Selatan. Sepanjang tahun 2025, KA Rajabasa melayani 686.788 pelanggan. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan mencapai 388.190 orang atau meningkat 38,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fasilitas Baru yang Ditawarkan
Dengan penggunaan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi, pelanggan akan menikmati berbagai fasilitas modern yang sebelumnya tidak tersedia pada kereta ekonomi biasa. Berikut adalah daftar fasilitas yang akan hadir:
- Kursi Individu (Individual Seat) – Setiap penumpang memiliki kursi sendiri tanpa berbagai sandaran, memberikan privasi dan kenyamanan lebih.
- Sandaran Tangan (Arm Rest) – Tersedia di setiap kursi, mengurangi kelelahan selama perjalanan jauh.
- Kursi yang Dapat Direbahkan (Reclining Seat) – Penumpang bisa mengatur sudut duduk sesuai keinginan, ideal untuk istirahat.
- Pendingin Udara Terpusat (Central AC) – Suhu kabin diatur secara merata untuk kenyamanan optimal.
- Stop Kontak di Setiap Kereta – Memudahkan penumpang mengisi daya perangkat elektronik selama perjalanan.
Meski fasilitas ditingkatkan, KAI tetap mengoperasikan KA Rajabasa dengan delapan kereta dalam satu rangkaian dan menyediakan 640 tempat duduk setiap perjalanan. Sebelumnya, KAI telah menambah rangkaian dari lima menjadi delapan kereta untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang. Saat masih menggunakan sarana ekonomi tegak lurus, kapasitas meningkat dari 530 menjadi 848 tempat duduk per perjalanan. Namun, dengan modifikasi premium, jumlah kursi dikurangi untuk memberikan ruang yang lebih lega dan fasilitas individual.
Dampak bagi Masyarakat dan Industri Perkeretaapian
Peningkatan layanan ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan. Bagi masyarakat Lampung dan Sumatera Selatan, KA Rajabasa merupakan tulang punggung mobilitas untuk bekerja, bersekolah, berobat, berdagang, hingga wisata. Dengan kenyamanan yang lebih baik, diharapkan minat masyarakat menggunakan kereta api semakin meningkat, mengurangi kemacetan di jalan raya dan emisi karbon.
Dari sisi industri, langkah KAI ini menunjukkan bahwa operator kereta api nasional terus berinovasi meskipun beroperasi di bawah skema PSO. Hal ini menjadi contoh baik bagi daerah lain yang memiliki layanan kereta api bersubsidi. Selain itu, peningkatan fasilitas juga dapat mendorong pergeseran moda transportasi dari kendaraan pribadi ke kereta api, sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan pangsa pasar angkutan umum massal.
Kronologi Peningkatan Layanan KA Rajabasa
| Tahap | Waktu | Tindakan |
|---|---|---|
| 1 | Sebelum 2025 | KA Rajabasa beroperasi dengan 5 kereta ekonomi biasa, kapasitas 530 kursi. |
| 2 | 2025 | Penambahan rangkaian menjadi 8 kereta, kapasitas 848 kursi, namun masih ekonomi tegak lurus. |
| 3 | Jan–Mei 2026 | Jumlah penumpang melonjak 38,29% dibanding periode sama tahun sebelumnya, mencapai 388.190 orang. |
| 4 | 4 Juli 2026 | Mulai beroperasi Kereta Ekonomi Premium Modifikasi, 8 kereta, 640 kursi dengan fasilitas individual. |
Implikasi bagi Pemerintah dan Regulator
Keputusan KAI untuk meningkatkan layanan KA Rajabasa juga membawa implikasi bagi pemerintah sebagai pemberi subsidi. Dengan tarif yang tetap rendah (Rp32.000), peningkatan kenyamanan justru dapat meningkatkan beban subsidi per penumpang jika biaya operasional naik. Namun, jika jumlah penumpang meningkat signifikan, subsidi per penumpang bisa lebih efisien. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan perlu memantau efektivitas kebijakan ini dan memastikan bahwa peningkatan kualitas tidak mengorbankan keberlanjutan fiskal program PSO.
Selain itu, langkah ini juga menjadi uji coba bagi penerapan kereta ekonomi premium di jalur PSO lainnya. Keberhasilan KA Rajabasa dapat mendorong perluasan konsep serupa di Sumatera bagian lain, seperti jalur Medan–Rantau Prapat atau Padang–Pariaman.
Harapan ke Depan
Anne Purba menambahkan, “Peningkatan kenyamanan ini kami hadirkan agar layanan KA Rajabasa tetap terjangkau dan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.” KAI berharap peningkatan tersebut dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang aman, terjangkau, dan andal bagi masyarakat.
Dengan langkah ini, KA Rajabasa tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga simbol komitmen KAI dalam mendengarkan aspirasi pelanggan. Di tengah tantangan mobilitas yang semakin kompleks, inovasi seperti ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang bergantung pada kereta api untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Mulai Juli nanti, perjalanan dari Palembang ke Bandar Lampung atau sebaliknya akan terasa lebih istimewa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











