Komisaris Utama Pertamina Pastikan Standar TPPI Tuban Tetap Terjaga
Suara Pecari, Tuban, 7 Juli 2026 – Dalam langkah strategis memperkuat tata kelola dan keandalan operasional, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochammad Iriawan, melakukan kunjungan kerja Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah fasilitas Pertamina Group di wilayah Tuban, Jawa Timur, pada Jumat, 13 Juli 2026. Salah satu titik utama yang menjadi sorotan adalah kilang milik PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi rutin; ia merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memastikan setiap lini operasional berjalan sesuai standar internasional, terutama di tengah dinamika pasar energi global yang kian menantang.
Tinjauan Langsung ke Area Kilang
Dalam kunjungannya, Iriawan meninjau langsung area kilang TPPI untuk memverifikasi bahwa standar keselamatan dan keandalan fasilitas produksi tetap terpelihara. Ia berjalan menyusuri unit-unit produksi, mengamati proses operasional, dan berdialog dengan para pekerja di lapangan. Fokus utama adalah memastikan bahwa setiap prosedur keselamatan dijalankan dengan disiplin, serta peralatan produksi berfungsi optimal tanpa cela. Selain itu, ia menerima paparan strategis dari manajemen TPPI mengenai kinerja perusahaan, efisiensi operasional, dan berbagai inisiatif transformasi yang tengah dijalankan untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
Peran Krusial TPPI dalam Ekosistem Pertamina
Menurut Iriawan, posisi PT TPPI sangat krusial dalam ekosistem Pertamina Group. Kilang ini memiliki keunggulan kompetitif berupa fleksibilitas dalam memproduksi bahan bakar minyak (BBM) maupun produk aromatik. Fleksibilitas ini memungkinkan TPPI merespons dinamika pasar dengan cepat, sekaligus menekan ketergantungan pada produk impor. “Setiap perusahaan dari Pertamina Group memegang peran strategis. Saya berharap TPPI terus meningkatkan kinerja dan operational excellence, serta mengoptimalkan kolaborasi antar-perusahaan guna memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan maupun negara,” ujar Iriawan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi, tata kelola yang baik, dan budaya keselamatan kerja sebagai fondasi utama menjaga ketahanan energi nasional. Dalam konteks ini, Iriawan mendorong TPPI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan unit-unit Pertamina lainnya, terutama PT Pertamina Patra Niaga, guna menciptakan rantai nilai yang terintegrasi dan efisien.
Respons Manajemen TPPI
Presiden Direktur TPPI, Iman Syafirman, menyambut positif kunjungan tersebut. Baginya, arahan dari Komisaris Utama menjadi suntikan motivasi bagi seluruh jajaran untuk menyelaraskan visi operasional perusahaan dengan target besar Pertamina Group. “Kunjungan ini menjadi momentum berharga bagi kami untuk memastikan seluruh langkah perusahaan selaras dengan strategi besar Pertamina. Kami berkomitmen untuk terus menjaga keandalan kilang, efisiensi operasional, dan memperkuat sinergi dengan seluruh unit Pertamina Group,” ujar Iman.
Inisiatif Strategis TPPI
Untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki, TPPI kini tengah menjalankan sejumlah inisiatif strategis, antara lain:
- Value Creation: Optimalisasi produk bernilai tambah tinggi, seperti aromatik yang digunakan dalam industri petrokimia hilir.
- Efisiensi Biaya: Penerapan teknologi digital dan otomatisasi untuk menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas.
- Kolaborasi dengan Patra Niaga: Penguatan rantai pasok dan distribusi produk BBM untuk menjangkau pasar domestik lebih luas.
- Penerapan GCG: Penguatan prinsip Good Corporate Governance di setiap lini untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Data Kinerja dan Target TPPI
Berikut adalah gambaran singkat kapasitas dan target TPPI ke depan:
| Parameter | Nilai | Target 2027 |
|---|---|---|
| Kapasitas Produksi BBM | 100.000 barel/hari | 110.000 barel/hari |
| Produksi Aromatik | 500.000 ton/tahun | 600.000 ton/tahun |
| Efisiensi Operasional | 92% | 95% |
| Tingkat Kecelakaan Kerja | 0,5 per juta jam kerja | 0,2 per juta jam kerja |
Dampak dan Implikasi
Kunjungan Komisaris Utama Pertamina ke TPPI memiliki dampak signifikan, tidak hanya bagi internal perusahaan, tetapi juga bagi industri energi nasional. Pertama, secara internal, kunjungan ini memperkuat komitmen manajemen terhadap keselamatan dan keandalan operasional. Kedua, bagi industri, TPPI yang semakin efisien dan andal akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM dan produk petrokimia, sehingga memperkuat ketahanan energi nasional. Ketiga, bagi masyarakat, pasokan BBM yang stabil dan harga yang kompetitif dapat terjaga. Keempat, bagi pemerintah, langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai kemandirian energi dan mendorong investasi di sektor hilir migas.
Ke depannya, TPPI diharapkan dapat terus menjadi pionir dalam inovasi dan efisiensi, serta menjadi contoh bagi kilang-kilang lain di Indonesia. Dengan sinergi yang kuat antar unit Pertamina Group, serta penerapan prinsip GCG yang konsisten, TPPI siap menghadapi tantangan pasar global dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Dalam penutup yang penuh makna, kunjungan Mochammad Iriawan ke TPPI Tuban bukan sekadar agenda formalitas, melainkan sebuah penegasan bahwa Pertamina Group berkomitmen untuk terus meningkatkan standar operasional dan tata kelola. Di tengah gejolak pasar energi dunia, langkah-langkah strategis seperti ini menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan energi Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa perusahaan BUMN mampu bersaing di level global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










