Kuku Bima & Tolak Angin Sido Muncul Gelar Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi, Donasi Rp325 Juta untuk 50 Pasien

Kuku Bima & Tolak Angin Sido Muncul Gelar Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi, Donasi Rp325 Juta untuk 50 Pasien

Suara Pecari, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang kesehatan masyarakat dengan menggelar program operasi sumbing bibir dan celah langit-langit gratis. Bekerja sama dengan Smile Train Indonesia dan Rumah Sakit Hermina Galaxy, Kota Bekasi, Sido Muncul melalui produk unggulannya Kuku Bima dan Tolak Angin menyalurkan donasi sebesar Rp325 juta untuk membiayai operasi 50 pasien anak. Acara penyerahan donasi secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, kepada Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, di RS Hermina Galaxy, Kamis (27/7/2026).

Angka Tinggi Penderita Sumbing Bibir di Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus penderita sumbing bibir dan celah langit-langit di Indonesia mencapai 7.500 kasus per tahun. Artinya, dari 700 kelahiran, hampir dipastikan satu anak lahir dengan kondisi sumbing. Angka ini tergolong tinggi dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Kelainan bawaan ini tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga mengganggu tumbuh kembang anak, termasuk risiko kekurangan nutrisi akibat kesulitan menelan dan gangguan bicara di kemudian hari.

Penanganan idealnya dilakukan sejak dini: operasi bibir sumbing pada usia 3-6 bulan, dan operasi celah langit-langit pada usia 1-1,5 tahun. Namun, keterbatasan ekonomi dan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan utama bagi banyak keluarga. Oleh karena itu, program bantuan operasi gratis seperti yang digagas Sido Muncul menjadi sangat krusial.

Komitmen Sido Muncul: Dari Kupang hingga Bekasi

Program operasi sumbing bibir gratis Sido Muncul telah berjalan sejak 2018. Pertama kali digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, hingga pertengahan 2026, Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul telah memfasilitasi operasi bagi 774 pasien di berbagai wilayah Indonesia. Kali ini, Bekasi menjadi lokasi terbaru dengan dukungan donasi Rp325 juta untuk 50 pasien. Irwan Hidayat menyatakan, “Bersama Smile Train yang memiliki banyak jaringan, setiap ada tawaran, kami pasti akan berkomitmen untuk terus membantu menggelar operasi sumbing bibir gratis di daerah lainnya.”

TahunLokasiJumlah Pasien
2018Kupang, NTT50
2019-2025Berbagai daerah (Makassar, NTT, dll)724
2026 (Juli)Bekasi, Jawa Barat50
Total774

Dampak Psikologis dan Sosial yang Perlu Diperhatikan

Deasy Larasati, Direktur Smile Train Indonesia, menekankan bahwa dukungan tepat waktu sangat penting agar anak-anak dengan kondisi sumbing tidak merasa malu, minder, atau dikucilkan saat besar nanti. “Support yang berkelanjutan dari Sido Muncul ini sudah memberikan bantuan operasi untuk lebih dari 500 pasien dari seluruh Indonesia. Bantuan ini memberikan manfaat luar biasa tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga keluarganya,” ujar Deasy.

Kisah Haru: Faleesha, Pasien Termuda di Bekasi

Dalam program kali ini, bayi bernama Faleesha yang baru berusia 40 hari menjadi penerima bantuan termuda di RS Hermina Galaxy. Faleesha akan menjalani operasi setelah usianya genap 3 bulan. Ibunya, Sofiani (23), mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan gratis. “Saat pertama kali melihat keadaan anak saya, rasanya seperti dunia runtuh. Saya sangat bersyukur sekali mendapat bantuan ini. Harapannya anak saya bisa kembali normal setelah dioperasi dan sehat sampai sekolah,” ungkap Sofiani penuh haru.

Penanganan Medis yang Tepat Waktu

dr. Hardimas, mewakili RS Hermina Galaxy, menyatakan bahwa rumah sakit telah menyiapkan fasilitas dan tenaga medis berpengalaman, termasuk dokter spesialis bedah mulut dan bedah plastik. Sementara itu, drg. Joni Putra, SpBM, spesialis bedah mulut maksilofasial, menjelaskan bahwa operasi bibir sumbing idealnya dilakukan saat anak berusia 3 bulan, sedangkan celah langit-langit pada usia 18 bulan. “Penanganan tepat waktu akan mendukung kemampuan bicara anak di masa depan,” jelasnya.

Implikasi dan Harapan ke Depan

Program CSR Sido Muncul di bidang kesehatan tidak hanya berhenti pada operasi sumbing bibir. Perusahaan juga rutin menggelar operasi katarak gratis dan program penanganan stunting. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan angka kelainan bawaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan berkelanjutan dari sektor swasta, diharapkan semakin banyak anak Indonesia yang tersenyum lebar tanpa beban sumbing.

Operasi gratis ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perusahaan, organisasi nirlaba, dan fasilitas kesehatan mampu memberikan dampak besar. Melalui produk-produk seperti Kuku Bima dan Tolak Angin, Sido Muncul tidak hanya menjaga kesehatan masyarakat secara preventif, tetapi juga kuratif melalui operasi yang mengubah hidup. Senyum Faleesha dan puluhan anak lainnya kelak akan menjadi saksi bahwa kepedulian dapat mengubah masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *