Ratusan Rumah di Desa Pejukutan Segera Dialiri Air Bersih
Suara Pecari, Klungkung – Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terus digenjot. Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri langsung acara Sosialisasi Pekerjaan Pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah (SR) yang berlangsung di Kantor Perbekel Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida pada Senin, 13 Juli 2026. Proyek ini menjadi angin segar bagi warga Desa Pejukutan yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kendala krisis air bersih. Melalui Kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Daerah Kabupaten/Kota, pemerintah daerah fokus mengalirkan air bersumber dari Mata Air Guyangan langsung ke rumah-rumah warga.
Prioritas Utama Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan skala prioritas utama yang tidak boleh ditunda. Ia mengakui ada dua desa di Nusa Penida yang sempat mengalami keterlambatan penanganan penuntasan air bersih, yaitu Desa Tanglad dan Desa Pejukutan. “Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi skala prioritas kami. Ini harus terwujud. Untuk Desa Tanglad sudah terealisasi di tahun 2025, dan sekarang di tahun 2026 ini, kita tuntaskan sepenuhnya untuk Desa Pejukutan,” ujar Bupati Satria tegas. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah air bersih yang telah lama menjadi keluhan warga.
Progres Proyek dan Anggaran
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Klungkung, Made Jati Laksana, memaparkan data teknis proyek. Saat ini sudah terdaftar sebanyak 732 calon Sambungan Rumah (SR) di Desa Pejukutan yang akan segera menikmati akses air bersih langsung. Proyek ini menelan anggaran dengan nilai kontrak mencapai 9 miliar rupiah lebih. Pelaksana dan Pengawas Pekerjaan fisik dipercayakan kepada CV. Viramid Mas sebagai kontraktor pelaksana, dengan didampingi oleh CV. Permata Konsultan selaku konsultan pengawas. Hingga saat ini, realisasi fisik pekerjaan di lapangan telah mencapai 35 persen.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida |
| Sumber Air | Mata Air Guyangan |
| Jumlah SR | 732 unit |
| Nilai Kontrak | Rp9.000.000.000 |
| Kontraktor | CV. Viramid Mas |
| Konsultan Pengawas | CV. Permata Konsultan |
| Progres Fisik | 35% |
Ajakan Pengawasan Masyarakat
Bupati Satria juga mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Pejukutan untuk bersama-sama ikut mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan agar proyek dapat rampung dengan kualitas terbaik. “Partisipasi aktif warga sangat penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan hasilnya sesuai harapan,” imbuhnya. Langkah ini sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang digaungkan pemerintah daerah.
Rencana Revitalisasi Jaringan PDAM
Bupati Satria juga menyampaikan rencana jangka pendek pemerintah. “Tahun depan, kami merencanakan revitalisasi jaringan saluran PDAM secara keseluruhan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi dan mengatasi kebocoran-kebocoran yang kerap terjadi di pipa induk,” tambahnya. Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi air bersih tidak hanya di Desa Pejukutan, tetapi juga di wilayah lain di Klungkung.
Dampak dan Implikasi
Kehadiran air bersih langsung ke rumah-rumah warga Desa Pejukutan akan membawa dampak positif yang signifikan. Berikut beberapa implikasi penting:
- Kesehatan: Menurunnya risiko penyakit akibat air kotor seperti diare, tifus, dan penyakit kulit.
- Ekonomi: Warga dapat menghemat waktu dan biaya yang sebelumnya dikeluarkan untuk membeli air atau mengambil dari sumber jauh.
- Sosial: Meningkatnya kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak yang sering bertugas mengambil air.
- Lingkungan: Pengelolaan sumber air yang lebih baik dan terencana, mengurangi eksploitasi air tanah yang berlebihan.
Kronologi Penanganan Air Bersih di Nusa Penida
Masalah air bersih di Nusa Penida bukanlah hal baru. Berikut kronologi singkat penanganannya:
- Tahun 2024: Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai memetakan desa-desa yang mengalami krisis air bersih di Nusa Penida, termasuk Desa Tanglad dan Pejukutan.
- Tahun 2025: Proyek air bersih di Desa Tanglad berhasil direalisasikan, menjadi pilot project bagi desa lain.
- Juli 2026: Sosialisasi dan dimulainya proyek di Desa Pejukutan dengan target 732 SR.
- Rencana 2027: Revitalisasi jaringan PDAM secara keseluruhan untuk mengatasi kebocoran.
Dengan sinergi antara pemerintah, kontraktor yang kompeten, dan pengawasan aktif dari masyarakat, proyek strategis ini diharapkan dapat selesai tepat waktu demi menyudahi penantian akan air bersih yang dinantikan warga Desa Pejukutan selama bertahun-tahun. Bukan sekadar infrastruktur, ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar warganya. Setiap tetes air yang mengalir dari kran rumah warga kelak akan menjadi simbol keberhasilan pembangunan yang berpihak pada rakyat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










